JK: Banjir di Daerah karena Perusak Lingkungan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 19 Mar 2019 18:12 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) (Noval-detikcom).
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyoroti penyebab banjir di daerah termasuk di Sentani, Papua. JK menyebut banjir disebabkan karena kerusakan lingkungan.

"(Banjir bandang) di Papua, di Sulawesi Selatan, di Jawa Timur, Kalimantan, di Aceh, ini terjadi hal yang sama, bahwa perusak lingkungan itu menyebabkan banjir," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

JK menjelaskan, jika suatu wilayah memiliki hutan yang bagus, maka hutan tersebut dapat menampung air dan mencegah banjir akibat tingginya debit air saat saat hujan.

"Airnya mengalir dan air sebagian tersimpan di hutan. Lalu pada saat kemarau baru mengalir," kata JK.






Namun saat ini sejumlah daerah terkena banjir karena hutan yang ada di daerah tersebut sudab tidak lagi mampu menampung air hujan. Hal ini karena hutan di sejumlah daerah yang terkena banjir telah dirusak oleh manusia.

"Begitu hujan deras satu kali, turun semua (airnya). Kemudian terjadi banjir, longsor. Itu pengaruh hutan yang ditebang tanpa izin, ilegal," imbuhnya.





JK mengingatkan tugas untuk menjaga hutan agar tetap terlindungi bukan saja dibebankan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ada peran pemerintah daerah hingga masyarakat untuk ikut menjaga hutan.

"(Ada) aturan oleh KLH, tapi oleh bupati tak dilakukan dengan baik, oleh gubernur tak dilakukan dengan baik, itu kan terjadi di Indonesia yang seperti ini. Oleh karena itu tugas kita bersama, bukan hanya satu kementerian, tugas kita semua," kata dia. (nvl/fdn)