detikNews
Selasa 19 Maret 2019, 07:32 WIB

Round-Up

Kertas Sontekan Ma'ruf vs Gadget Sandiaga

Tim detikcom - detikNews
Kertas Sontekan Maruf vs Gadget Sandiaga Foto: Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Kertas yang dibawa Ma'ruf Amin dan gadget yang digunakan Sandiaga Uno di panggung debat menjadi perdebatan. Kedua timses saling tuding atas penggunaan kertas dan gadget itu saat debat antar cawapres pada Minggu (17/3).

Perdebatan berawal dari sindiran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga terhadap gaya Ma'ruf. BPN mempertanyakan gaya pasangan Joko Widodo (Jokowi) itu membaca teks saat sesi tanya-jawab debat cawapres.

Gaya Ma'ruf membaca teks terjadi saat sesi keempat debat. Ma'ruf yang diberi kesempatan untuk melontarkan pertanyaan kepada Sandiaga melepas kacamata dan terlihat membaca secarik kertas.

"Harapan saya ke depan, jangan pakai sontekan lagi, Mas. Kok bertanya pakai sontekan," kata jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, yang dimintai tanggapan soal debat, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

"Bukan, Pak Sandi pun pakai ini tadi (gadget) kita lihat. Masalah sontekan tidak dilarang, itu ada data. Kalau soal data, itu kita boleh," imbuhnya.


Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima, yang berdiri di sebelah Andre, buru-buru langsung menyanggah. "Itu bukan sontekan," tegasnya.

Tak terima kertas yang dibaca disebut sontekan, Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menyindir balik Sandiaga yang menggunakan gadget di panggung debat. Menurut Ace, BPN tak bisa menunjuk 'hidung' orang lain, sementara cawapresnya membawa gadget saat debat.

"Apakah dilarang oleh KPU? Kan diperbolehkan oleh KPU. Kalau secarik kertas sih bahannya sangat sangat terbatas. Yang lebih parah ya, pakai gadget lah yang dapat memuat data lebih banyak lagi," kata Ace, Senin (18/3).

"Dalam secarik kertas itu ya hanya pertanyaan. Yang terpenting kan bukan soal secarik kertasnya. Tapi sejauh mana Pak Sandi mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan Abah Kiai Ma'ruf ini," imbuh dia.

Disindir balik, BPN Prabowo-Sandiaga menanggapi santai. BPN tak menampik sang cawapres menggunakan gadget saat debat.


BPN Prabowo-Sandiaga mengatakan pemakaian gadget tersebut sebagai bentuk komitmen Sandiaga untuk paperless atau mengurangi penggunaan kertas. Apalagi tak ada larangan dari KPU untuk menggunakan alat elektronik tersebut.

"Jadi ya itu juga menunjukkan komitmen Bang Sandi untuk paperless, komitmen lingkungan hidup," ujar koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnli Anzar Simanjuntak.

"Jadi nggak pakai manual. Bang Sandi memang semua disiapkan di situ, jadi kalau Anda ikutin Bang Sandi setiap hari, beliau kan selalu bawa tablet. Itu khasnya anak zaman now. Itu sekaligus berikan sinyal ke generasi sekarang bahwa kebijakan paperless nanti akan kita dorong. Simbol seperti itu penting, kebijakan ramah lingkungan akan kita dorong, itu pesan penting yang disampaikan Bang Sandi," imbuhnya.


Saksikan juga video 'Kupas Head to Head Ma'ruf Vs Sandi di Debat Ketiga Pilpres':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com