DetikNews
Minggu 17 Maret 2019, 12:56 WIB

HNW Ajak Masyarakat Doakan Korban Penembakan di Selandia Baru

Tia Reisha - detikNews
HNW Ajak Masyarakat Doakan Korban Penembakan di Selandia Baru Foto: MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap peristiwa penembakan jemaah salat Jumat yang terjadi di Christchurch, New Zealand, beberapa hari lalu. Ia pun mengatakan dunia harus mengutuk perbuatan tersebut dan melakukan upaya-upaya menghilangkan Islamphobia.

"Baru kali ini ada teroris yang membunuh orang sedang salat Jumat, dilakukan dengan perencanaan dan disiarkan secara langsung melalui streaming. Ini adalah kejahatan yang membabi-buta dan di luar akal sehat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/3/2019).

Hal tersebut ia sampaikan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR di RM. APG (Glenmore), Jl. Jagakarsa Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3). Menurutnya, terorisme bisa dilakukan siapa saja, termasuk oleh para imigran yang sebenarnya sudah diterima dengan baik oleh masyarakat di negara tujuannya. Terorisme juga bisa menimpa siapa saja, termasuk mereka yang tengah beribadah.


Penembakan yang terjadi di New Zealand, lanjutnya, adalah peristiwa yang sangat mengenaskan. Penyerangan itu dilakukan secara membabi buta. Aksi tersebut merupakan tindakan terorisme yang dilakukan kepada kaum muslimin yang sedang melaksanakan salat Jumat.

Ia pun tak lupa mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban, khususnya satu korban asal Indonesia yang meninggal, dan satu lagi yang masih dirawat di rumah sakit. Doa dipanjatkan dengan membacakan ummul kitab yang dilafalkan oleh seluruh peserta.

Di samping itu, pada kesempatan tersebut Hidayat juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk menggunakan haknya sebagai warga negara untuk ikut memberikan suara pada 17 April 2019 mendatang. Jangan sampai kesempatan menentukan pemimpin itu tidak digunakan atau golput. Sebab sesungguhnya setiap suara akan menentukan kepemimpinan Indonesia 5 tahun yang akan datang.

"Pilih dan kenali para calon yang mampu bekerja dengan baik. Jangan asal memilih karena pilihan kita akan menentukan arah Indonesia 5 tahun yang akan datang," pungkasnya.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed