DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 16:35 WIB

Tangan Terborgol Romahurmuziy

Faiq Hidayat - detikNews
Tangan Terborgol Romahurmuziy Romahurmuziy di mobil tahanan KPK, Sabtu (16/3/2019). (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Anggota DPR yang juga Ketum PPP, Romahurmuziy, ditahan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka suap dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Saat keluar dari KPK, Romahurmuziy menyebut dirinya dijebak.

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka," kata Rommy dalam tulisan tangan yang dibagikan kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Namun KPK membantah soal jebakan ini. KPK mendapatkan informasi soal transaksi suap, lalu melakukan penelusuran hingga melakukan OTT pada Jumat (15/3).





Rommy keluar menggunakan rompi oranye, yang wajib dipakai tahanan KPK. Tangannya juga terborgol, sama seperti dua tersangka lainnya yang juga ditahan.

Kedua tersangka lain, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, diduga sebagai pihak pemberi suap ke Romahurmuziy.





Sikap Rommy berbeda ketika digelandang KPK pada Jumat (15/3) malam setelah diciduk. Sebelumnya, Romahurmuziy menggunakan masker, kacamata, dan topi. Tapi saat ditahan, Rommy melepaskan topi dan sempat tersenyum tanpa lagi terhalangi masker.


 Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur ditahan KPK Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur ditahan KPK. (Agung Pambudhy/detikcom)




Aturan tahanan KPK diborgol tertuang dalam Paturan KPK Nomor 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK. Pada Pasal 12 ayat (2) diatur soal tahanan yang dibawa ke luar rutan dilakukan pemborgolan. Borgol tahanan diberlakukan KPK sejak awal tahun ini.

Rommy menjadi tersangka suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Diduga Romahurmuziy meloloskan pendaftar seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.






KPK menyebut Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy terkait posisi kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta kepada Rommy diduga terkait posisi Kakanwil Kemenag Jatim pada 6 Februari 2019.

"Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.



 Kakanwil Kemenag Jatim Ditahan KPK Kakanwil Kemenag Jatim Ditahan KPK (Agung Pambudhy/detikcom)



Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Simak Juga ' Berompi Oranye, Ketum PPP Romahurmuziy Tersangka Suap! ':

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed