Canda Panglima TNI soal 3 Syarat Cowok Macho

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 14 Mar 2019 16:33 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengisi orasi kebangsaan di UMSB, Padang, Sumbar. (Foto: dok. Puspen TNI)
Padang - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini menyambangi Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB). Dalam sebuah forum yang cair, Hadi melemparkan candaan mengenai tiga syarat pria macho.

Syarat cowok macho tersebut disampaikan Panglima TNI sebelum memulai Orasi Kebangsaan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) di Padang, Kamis (14/3/2019).

Hadi datang ke kampus tersebut bersama Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Dankor Brimob Polri Irjen Ilham Salahuddin dan sejumlah perwira tinggi TNI-Polri lainnya.


"Syarat cowok macho minimal berkumis. Makanya, Dankorp (Komandan Korp Brimob) berkumis. Tapi kalau sudah top menjadi Kapolri, ngapain berkumis. Karena sudah macho beneran," kata Hadi yang disambut tawa hadirin, termasuk Kapolri Tito Karnavian dan Dankorp Brimob Polri, Irjen Pol Ilham Salahuddin.

Selain berkumis, syarat kedua cowok macho adalah menyukai kopi. Kopi pun tak sembarang kopi. Dia harus diminum tanpa sedotan.

"Jadi, kalau tidak berkumis adalah minum kopi. Kalau tidak berkumis, tidak minum kopi, terus minumnya pakai sedotan, wah tidak macho," kata Hadi yang kembali diiringi tawa hadirin yang hadir.


Hadi lalu melanjutkan syarat cowok macho nomor tiga. Syarat terakhir ini adalah berkaitan dengan makanan yakni makan dengan lauk rendang.

"Minimal kalau tidak minum kopi, makannya harus pakai rendang. Itu baru cowok macho, apalagi kalau rendang yang keras dan enak," tutur Hadi.

Selain candaan hangat, Hadi tak lupa menyampaikan hal-hal substantif dalam sambutannya. Dia mengajak generasi muda terutama kalangan mahasiswa untuk menjaga keutuhan negara.


"Kita mudah dimasuki informasi-informasi bohong. Negara membutuhkan peran generasi muda yang paripurna, yang sadar bahwa dirinya adalah pewaris generasi mendatang, generasi muda yang selalu jadi motor," jelas dia.

Selain menjadi harapan, lanjut Hadi, pemuda dan mahasiswa juga merupakan aset yang sangat potensial bagi bangsa Indonesia di masa depan. Di tangan para pemuda dan pemudi serta mahasiswa lah, jaminan eksistensi dan masa depan Indonesia itu ada. Pemuda dan mahasiswa, lanjut Hadi, juga menentukan Indonesia akan berjaya atau sebaliknya, terjerumus dengan konflik yang tak berkesudahan.

"Pemuda dan mahasiswa adalah harapan bangsa Indonesia, aset yang sangat potensial," kata Hadi.

Hadi menyampaikan Orasi Kebangsaan dengan tema "Peran pemuda dan mahasiswa dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa di era revolusi industri 4.0".

Hadi meyakini, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa yang menghadapi berbagai dinamika kebangsaan, khususnya dalam menyongsong pesta demokrasi Pemilu serentak 2019 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

"Yang namanya pesta pasti kita bersuka cita. Mari kita sama-sama membuat situasi pesta demokrasi dengan penuh suka cita, riang gembira," tutur Hadi. (fjp/dkp)