Di Simposium Internasional, JK Singgung Aparat Korupsi Jadi Masalah RI

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 14 Mar 2019 11:27 WIB
Wapres Jusuf Kalla (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla (JK) mengajak seluruh negara di ASEAN peserta International Reform Policy Symposium and Regional Workshop 2019 di Bali untuk saling bertukar pengalaman. JK mengakui masalah korupsi masih jadi kekurangan di Indonesia.

"ASEAN sebagai regional, merupakan daerah yang di antara pemerintah yang di antara organisasi regional yang merupakan sesuatu yang lebih baik dan lebih tertib. Kita lihat di Afrika maka tentu banyak masalah, kita lihat di Timur Tengah begitu banyak masalah, malah di Eropa dengan lebih populis demokratis maka tentu menimbulkan perubahan perubahan juga pertentangan pertentangan di Aceh Timur menyebabkan suatu gejala bahwa suatu negara regional ASEAN ini harus bersatu untuk mempunyai sikap dan cara sistem yang saling mengisi," kata JK dalam sambutannya di International Reform Symposium and Regional Workshop 2019 di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/3/2019).



JK mengapresiasi kehadiran para delegasi negara ASEAN dalam simposium kebijakan internasional ini. Dia mengajak para delegasi negara tetangga, akademisi, dan aparatur sipil negera (ASN) yang hadir untuk bisa saling bertukar pengalaman satu sama lainnya.

JK lalu menyinggung reformasi di sektor publik dan nasional bakal berdampak positif bagi pemerintahan Indonesia. JK lalu menyoroti soal korupsi yang masih marak di Indonesia.

"Kita harapkan bahwa public sector reform dan national development ini tentu akan memberikan manfaat yang baik, manfaat pada perubahan-perubahan itu apa yang dilakukan. Kita masih banyak mengalami kekurangan kekurangan yang harus diperbaiki, masih banyak aparat kita yang menjadi masalah karena masalah korupsi, masih banyak masalah keterlambatan, masih ada masalah ketidakpedulian kepada kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Semua itu tentu haruslah di respons dengan baik, karena sistem itu lebih terbuka, haruslah sistem itu lebih akan akuntabel dan sebagainya. Keharusan-keharusan seperti itu menjadi syarat untuk negara akan maju," urainya.



JK berharap dalam forum ini bisa ditemukan terobosan-terobosan untuk birokrasi yang lebih baik. Dia berharap ada barter solusi antarnegara.

"Itulah maka saya ingin menyampaikan sekali lagi penghargaan terima kasih atas kemampuan anda dan juga tentu perubahan-perubahan yang masa depan karena apabila kita tidak berubah maka perubahan itu akan menggeser kita dapat persaingan satu sama lain. Apabila daerah masih menggunakan sistem lama dia lambat dan berbiaya mahal maka bisnis akan meninggalkan daerah itu, apabila suatu negara juga menjalankan birokasinya juga lambat yang korup maka investasi akan keluar dari negara itu. Itulah guna daripada pertemuan ini agar mendapat manfaat bersama atas pengalaman-pengalaman negara lain dan daerah lain, semoga membawa hasil yang baik untuk kita semuanya," harapnya. (ams/knv)