DetikNews
Rabu 13 Maret 2019, 16:45 WIB

Dinas PUPR: Jalan Amblas di Serpong Akibat Saluran Air Patah

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Dinas PUPR: Jalan Amblas di Serpong Akibat Saluran Air Patah (Foto: Adhi Indra/detikcom)
Jakarta - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten menyatakan Jalan Raya Puspitek, Serpong Jaya, Tangerang Selatan, amblas karena saluran air patah. Saluran air yang patah itu kemudian menyebabkan tanah tergerus oleh air dan amblas hingga 5 meter.

"Amblasnya itu dari Selasa pagi, jadi kemarin. Kondisi saluran air yg lama itu patah di dalam. Jadi tanahnya tergerus air, erosi. Saluran airnya patah penutup atasnya, pokoknya tanahnya kegerus air aja. Jadinya amblas, tapi badan jalan belum sampai amblas semua," kata pegawai UPTD Pengelolaan Jalan dan Jemabatan Wilayah Tangerang dari Dinas PUPR Banten, Muhammad Ilham Febriansyah, saat ditemui di lokasi, Rabu (13/3/2019).

Dinas PUPR: Jalan Amblas di Serpong Akibat Saluran Air PatahFoto: Adhi Indra/detikcom



Jalan itu amblas sejak Selasa (12/3/) pagi. Petugas langsung melakukan perbaikan setelah menerima informasi dari masyarakat.

"Kemarin itu kalau infonya, sekitar pukul 04.00 WIB betonnya patah, pukul 08.00 WIB kita langsung tindaklanjuti. Kalau sampai dasar 5 meter (kedalaman)," ujar dia.

Ekskavator saat ini sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan. Saluran air yang patah akan segera diganti dan dilakukan pemadatan.

"Penggantian saluran lama, diganti saluran lama pakai saluran baru, pakai box culvert. Abis diganti langsung pemadatan lagi biar ketutup jalannya. Biar bisa difungsikan kembali," ujarnya.

Dinas PUPR: Jalan Amblas di Serpong Akibat Saluran Air PatahFoto: Adhi Indra/detikcom



Ilham berharap proses perbaikan berjalan dengan cepat. Dia juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait pengoperasian kembali jalan tersebut.

"Diusahakan secepatnya sih kalau dari kita. Pemadatan malam ini bereslah. Tapi untuk finishingnya kitu tunggu koordiansi dengan Dishub, untuk pengecorannya. Jadi sekarang pemasangan saluran dan pemadatan dengan batu dulu, biar nggak amblas lagi," tuturnya.



(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed