detikNews
Selasa 12 Maret 2019, 12:00 WIB

Periksa Darah, Andi Arief Sambangi RSKO Jakarta Siang Ini

Rolando Fransiscus - detikNews
Periksa Darah, Andi Arief Sambangi RSKO Jakarta Siang Ini Andi Arief (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief, yang terjerat kasus narkoba jenis sabu, akan kembali mendatangi RSKO Jakarta hari ini. Andi sebelumnya menyatakan dirinya akan memeriksakan darah.

detikcom memantau suasana di RSKO Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019). Andi Arief belum tiba. Pihak RSKO menyatakan Andi Arief baru akan datang siang nanti.

"Rencananya, AA datang jam 13.00," kata Kepala Unit Humas RSKO Jakarta dr Bagus Ari Wibowo saat dihubungi.


Ketika ditanya seperti apa proses pemeriksaan Andi Arief nantinya, Bagus menyatakan itu kewenangan dokter yang memeriksa. "Kita lihat saja nanti," ucapnya.

"Setelah pemeriksaan urine dan dilakukan asesmen dokter, baru dokter penanggung jawab yang akan menentukan perawatan yang tepat buat pasien," sambungnya.

Andi Arief sebelumnya menyebut hasil tes urine yang dilakukan di RSKO Jakarta negatif narkoba. Pihak RSKO menyebut hasil tes urine bisa negatif narkoba karena jeda waktu setelah mengonsumsi narkoba.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa untuk metamfetamin sabu hanya bisa deteksi dalam rapid test urine hanya satu-dua hari setelah dia pemakaian terakhir (narkoba). Kalau sudah lewat dari hari itu, hari kelima, keenam, ketujuh kemungkinan tidak terdeteksi dan hasilnya negatif," kata Direktur Utama RSKO Jakarta dr Azhar Jaya dalam jumpa pers di RSKO Jakarta, Senin (11/3).

Andi Arief menjalani tes urine di RSKO Cibubur pada Jumat (8/3). Tes urine, disebut dr Azhar Jaya, dijalani secara sukarela oleh Andi Arief--yang ditangkap pada Minggu (3/3)--dengan mendatangi RSKO.


"Demikian pula dengan sabu, dia hanya bisa positif diperiksa rapid test urine itu dalam waktu satu-dua hari, setelah itu hasilnya kemungkinan besar negatif. Kalau ditanyakan, 'bisa dibuktikan lagi?', ya, ada tingkatan lebih tinggi memiliki, seperti GC-MS," papar dr Azhar Jaya.

Menurut dia, tes terhadap Andi Arief tidak akan dilaporkan ke penegak hukum. Alasannya, Andi Arief datang secara sukarela ke RSKO.

"Karena ini pasien sukarela, pasien umum, dan tidak diserahkan secara hukum, maka kami tidak punya kewajiban untuk menyampaikan kepada penegak hukum," ujarnya.

Polri telah menegaskan penangkapan Andi Arief terkait kasus sabu tidak naik ke tingkat penyidikan. Penanganan Andi Arief dilakukan dengan asesmen dan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Andi Arief ditangkap di kamar Hotel Menara Peninsula, Jakbar. Sedangkan perempuan berinisial R alias L berada di kamar mandi saat tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menangkap Andi Arief.

"Sebelum petugas masuk TKP (kamar), Saudara AA telah menggunakan sabu tersebut. Barang bukti pipet plastik diduga bekas dipakai mengisap sabu, 2 unit korek gas modifikasi diduga untuk membakar sabu, dan aluminum foil," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal, Rabu (6/3).



Saksikan juga video 'Penjelasan RSKO soal Hasil Tes Urine Andi Arief Negatif':

[Gambas:Video 20detik]


(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com