Polri Antisipasi Sel Tidur Teroris Jelang Pemilu 2019

Polri Antisipasi Sel Tidur Teroris Jelang Pemilu 2019

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 12 Mar 2019 09:43 WIB
Polri Antisipasi Sel Tidur Teroris Jelang Pemilu 2019
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Zakia/detikcom)
Jakarta - Polri sudah memetakan potensi kerawanan yang mungkin terjadi di Pemilu 2019. Polri juga mengantisipasi bergeraknya sel-sel tidur teroris yang bisa mengganggu keamanan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

"Itu sudah bagian daripada mapping prediksi kerawanan yang mungkin bisa terjadi pada setiap penahapan pemilu. Tapi yang paling diantisipasi saat dua pertiga kekuatan polisi menjaga pemilu, itu betul. Diantisipasi secara maksimal oleh satgas antiteror daerah dan Densus 88 memonitor setiap pergerakan sleeping cell yang akan melakukan lonewolf di beberapa lokasi yang sudah dipetakan dan di-mapping," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (11/3/2019) malam.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi kemudian menjelaskan soal penangkapan terduga teroris di Kalimantan Barat. Terduga teroris berinisial PK itu sudah merakit bom panci untuk diledakkan di Surabaya.

"Bom panci di Kalbar ada yang sudah terakit. Ada yang sedang akan didesain untuk dirakit," ujarnya.



Dedi menerangkan terduga teroris itu semula akan pergi ke Surabaya menggunakan jalur laut. Namun rencana PK tersebut diendus polisi sehingga akhirnya dilakukan penangkapan.

"Kalau bom panci dia akan pakai jalur laut. Kalau jalur udara pasti kemungkinan ketahuan bawa bomnya besar. Sleeping cell di tiap provinsi itu ada. Kalbar sudah beberapa kali kita lakukan penangkapan. Itu kan perbatasan dengan Malaysia. Malaysia juga melakukan banyak penangkapan," terangnya.



Sebelumnya, polisi menangkap seorang terduga teroris yang merencanakan perampokan bank di wilayah Jawa Timur. Terduga teroris berinisial PK alias Salim Salyo ditangkap di Kalimantan Barat.

Kabar penangkapan ini dibenarkan Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dedi menuturkan Densus 88 Antiteror masih mendalami jaringan PK alias Salim Salyo.

"Polri membenarkan tentang penangkapan tersebut dan masih dikembangkan dulu," ujar Dedi kepada detikcom, Senin (11/3).

Dari informasi yang telah dikonfirmasi Dedi, PK alias Salim Salyo ditangkap di Jalan Arteri Supadio, Gang Parit Sembin 2, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Dia ditangkap pada Minggu (10/3) sekitar pukul 15.15 WIB.

Sebelum itu, Densus 88 Antiteror juga menangkap seorang pria berinisial RIN alias Putra Syuhada. Dia diduga hendak melakukan aksi amaliyah menggunakan bom di markas kepolisian di Lampung dan Jakarta.

Dari informasi yang didapat detikcom, RIN alias Putra Syuhada terlibat kelompok teroris Abu Hamzah. Dia ditangkap di Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung.

"Benar (informasi) penangkapan tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (10/3) dini hari.

Penangkapan tersangka RIN terjadi pada Sabtu (9/3) pukul 17.00 WIB. Dari informasi yang telah terkonfirmasi, penangkapan ini bermula dari laporan orang tua RIN yang mengetahui anaknya telah terpengaruh paham radikal. (knv/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads