detikNews
Senin 11 Maret 2019, 20:02 WIB

Round-Up

Hubungan Erat Indonesia-Malaysia di Balik Bebasnya Siti Aisyah

Ray Jordan, Muhammad Fida Ul Haq, Ibnu Hariyanto - detikNews
Hubungan Erat Indonesia-Malaysia di Balik Bebasnya Siti Aisyah Tawa Bahagia Siti Aisyah saat Tiba di Tanah Air. (Foto: Rengga Sancaya)
FOKUS BERITA: Siti Aisyah Bebas!
Jakarta - WNI Siti Aisyah dinyatakan bebas dari kasus pembunuhan saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam di Malaysia. Keeratan hubungan antara Indonesia dengan Malaysia jadi salah satu faktor bebasnya Aisyah.

Aisyah mulai ditahan terkait kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, selama 2 tahun 23 hari. Aisyah sempat didakwa mengusapkan gas saraf VX pada Kim Jong-Nam. Sejak saat itu pula berbagai unsur pemerintah dan penegak hukum di Indonesia melobi pemerintah Malaysia.

Berita tewasnya Kim Jong-Nam di Malaysia.Berita tewasnya Kim Jong-Nam. (Foto: Lim Se-young/REUTERS)

Lobi-lobi dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga menteri/kepala lembaga terkait sejak era Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hingga kini dijabat Mahathir Mohamad. Proses panjang ini akhirnya membuahkan hasil.

"Atas perintah Bapak Presiden, kami, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, berkoordinasi dengan Malaysia untuk mencari cara pembebasan beliau. Bapak Presiden berkomunikasi dengan baik dengan Pak Najib maupun Tun Mahathir. Ini proses panjang upaya dilakukan membantu Saudari Aisyah dan kehadiran negara sesuai Nawa Cita," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019).


Adapun alasan pemerintah mengajukan permintaan pembebasan terhadap Aisyah adalah sebagai berikut:

a. Siti Aisyah meyakini apa yang dilakukannya semata-mata bertujuan untuk kepentingan acara reality show sehingga dia tidak pernah memiliki niat untuk membunuh Kim Jong-Nam;
b. Siti Aisyah telah dikelabui dan tidak menyadari sama sekali bahwa dia sedang diperalat oleh pihak intelijen Korea Utara;
c. Siti Aisyah sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang dilakukannya.


Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas merespons surat dari pemerintah RI guna pembebasan Aisyah. Setelah menjalani proses administrasi, Aisyah dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia. Yasonna bersyukur atas kerja sama dan hubungan bilateral yang baik antara kedua negara.

Presiden Jokowi saat bertemu PM Malaysia Mahathir Mohamad di Istana Bogor, Agustus 2018. Pertemuan ini juga sempat membahas pembebasan Aisyah.Presiden Jokowi saat bertemu PM Malaysia Mahathir Mohamad di Istana Bogor, Agustus 2018. Pertemuan ini juga sempat membahas pembebasan Aisyah. (Foto: Rengga Sancaya)

"Nah kita kirimkan ke Jaksa Agung secara cermat mendalam, akhirnya Jaksa Agung Tommy Thomas mengirimkan surat dan memohon ke pengadilan untuk mencabut dakwaan. Kita ucapkan syukur kerja sama baik dengan pemerintah Malaysia," ujar Yasonna.


Dalam kesempatan terpisah, Jokowi berbicara proses panjang pembebasan Aisyah. Jokowi pun akan bertemu Aisyah besok (12/3).

"Ini kan proses panjang, pendekatan dari kedutaan, Kementerian Luar Negeri, dari Kementerian Hukum dan HAM dan tentu saja kepedulian kita terhadap warga negara kita di luar negeri. Ini proses panjang pendekatan panjang karena memang kita melihat dari jauh bahwa Siti ini bukan merupakan masuk dari jaringan itu, tapi memang dimanfaatkan. Itu aja," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.


Aisyah kini bisa bernapas lega setelah dipertemukan kembali dengan keluarganya di Indonesia. Aisyah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia.

"Saya ucapkan kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua yang selalu mendoakan saya dan kepada Presiden Jokowi, kepada ibu (Menlu Retno Marsudi), Bapak Laoly, Pak Iqbal (Dirjen Perlindungan WNI Kemlu), kepada Pak Cahyo (Dirjen AHU Kemenkum HAM), saya sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia," ucap Aisyah.
(dkp/knv)
FOKUS BERITA: Siti Aisyah Bebas!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed