BPN Prabowo soal Debat Ketiga: Kami Tawarkan Kerja Mudah

BPN Prabowo soal Debat Ketiga: Kami Tawarkan Kerja Mudah

Indra Komara - detikNews
Minggu, 10 Mar 2019 13:18 WIB
BPN Prabowo soal Debat Ketiga: Kami Tawarkan Kerja Mudah
Gamal Albinsaid (Instagram/@gamalalbinsaid)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan cawapresnya tak akan tampil menyerang di debat ketiga Pilpres 2019. BPN akan memanfaatkan debat antar-cawapres ini sebagai penyampaian program, salah satunya menawarkan kerja mudah.

"Ketenagakerjaan dan lapangan kerja adalah salah satu pesan utama dalam kampanye kami. Kerja Mudah adalah tawaran utama kami. Oleh karena itu, debat ketiga ini sangat berarti bagi kami. Kami punya banyak solusi untuk ketenagakerjaan dan lapangan kerja yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat kita," ujar anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, saat dihubungi, Sabtu (9/3/2019).


Debat antar-cawapres ini juga dijadikan panggung aspirasi untuk menyampaikan suara rakyat. Sandiaga yang sudah keliling ke beberapa wilayah Indonesia dinilai mampu menghadirkan solusi nyata permasalahan rakyat.

"Kami akan menjadi people's voice. Kami sudah berkeliling Indonesia dengan mendengarkan apa keluhan mereka, apa masalah mereka, apa kesulitan mereka yang selama ini terkesampingkan, terlupakan, dan tidak mendapatkan solusi dari kepemimpinan hari ini. Tugas kami adalah menyuarakan masalah yang dihadapi masyarakat dan menghadirkan solusi yang nyata untuk menyelesaikannya," tuturnya.


Ditambahkan Gamal, debat ketiga juga akan jadi panggung bagi Sandiaga untuk memaparkan soal tata kelola BPJS. Adapun yang akan didorong juga menjabarkan soal pendidikan.

"Kami tidak ingin ada masyarakat yang dikorbankan kesehatannya hanya karena ketidakmampuan pemerintah menyiapkan pembiayaan kesehatan. Oleh karena itu, perbaikan dan berbagai solusi tata kelola BPJS menjadi perhatian kami. Promotif dan Preventif melalui gaya hidup sehat adalah poin penting yang kami anggap esensial, namun terkesampingkan dalam pemerintah saat ini," kata Gamal. (idn/gbr)


Berita Terkait