detikNews
Minggu 10 Maret 2019, 09:28 WIB

Kisah Amin dari Maros, Pria Lumpuh yang Ajarkan Ngaji Gratis ke Warga

M Bakrie - detikNews
Kisah Amin dari Maros, Pria Lumpuh yang Ajarkan Ngaji Gratis ke Warga Amin saat mengajar murid-muridnya. (M Bakrie/detikcom)
Makassar - Muhammad Amin (54), warga Maros, Sulawesi Selatan, mengalami lumpuh dan tak bisa berjalan sejak usia 12 tahun. Meski mengalami keterbatasan fisik, Amin tetap berkontribusi bagi warga sekitar lingkungannya dengan menjadi guru ngaji bagi anak-anak.

Semua pelajaran ngaji pada anak-anak sekitar lingkungannya itu diberikan Amin secara cuma-cuma alias gratis. Kini, kegiatan mengajar ngaji anak-anak di sekitar lingkungannya itu telah dilakukannya selama 41 tahun.

"Sudah tidak terhitung jumlahnya (murid). Mungkin ada ratusan ya. Karena bayangkan saja, anak-anak yang saya ajar ini sekarang, itu anak dari murid-murid pertama saya. Di sini memang hampir dibilang satu rumpun keluarga, makanya saya tidak tegalah meminta pembayaran," kata Amin, Minggu (10/3/2019).


Amin mengalami lumpuh akibat terjatuh dari pohon saat masih anak-anak dan mengaku sempat depresi karena kondisinya. Namun ia akhirnya memilih menjadi guru ngaji agar tetap bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Amin saat mengajar ngajiAmin saat mengajar ngaji. (M Bakrie/detikcom)


"Awalnya memang saya sangat depresi dan putus asa. Saya berpikir hidup saya tidak akan ada gunanya lagi karena kondisi saya tidak sembuh-sembuh. Tapi, saat itu saya berpikir, kalau saya ini masih bisa berbuat sesuatu yang baik. Nah, saya pilihlah menjadi guru mengaji di usia saya masih 13 tahun," ujarnya.

Selain mengajar ngaji, Amin melukis kaligrafi dan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia juga pernah membuka usaha warung kecil di rumahnya, namun karena kondisi tubuhnya, usaha akhirnya ditutup olehnya.


Dia mengatakan mendapat tunjangan dari pemerintah kabupaten senilai Rp 150 ribu per bulan. Amin juga menyatakan para tetangga kerap membantunya dengan membawakan makanan, maklum Amin tinggal sendirian di rumahnya.

"Dulu memang waktu saya punya kursi roda, saya buka warung kecil. Tapi pas itu rusak, saya jadi tidak bisa ke mana-mana. Kondisi saya juga sering sakit-sakitan, mungkin karena sudah tua. Kalau banyak gerak, selalu mau buang air kecil. Ada kursi roda, tapi tidak bisa dipakai di rumah karena bannya," jelasnya.

Bagi warga sekitar, Amin dikenal sebagai guru ngaji yang cerdas. Menurut mereka, cara Amin mengajar mengaji sangat mudah dipahami anak-anak yang menjadi muridnya.

Amin saat membuat kaligrafiAmin saat membuat kaligrafi. (M Bakrie/detikcom)

"Caranya memang sedikit berbeda dengan guru mengaji yang lain di kampung ini. Makanya saya dengan semua adik-adik saya mengaji dan tamat di sini. Kami menilai, guru Amin ini memang agak bedalah metodenya, makanya lebih berkesan menurut saya," kata salah satu warga, Fahmi.

Kini, Amin berharap ada pihak yang bisa membantunya untuk membuatkan kursi roda khusus, seperti yang pernah ia miliki sebelumnya. Selain untuk ia gunakan beraktivitas, kursi roda itu ia harap bisa membuat fisiknya lebih bugar karena lebih aktif bergerak.



Simak Juga 'Ini Putra, Bocah Yatim Piatu yang Jualan Cilok untuk Keluarga':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com