KPU Sebut Terbantu oleh Lembaga Survei dalam Pemilu

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 09 Mar 2019 11:53 WIB
Foto: Dwi Andayani/detikcom
Jakarta - Lembaga survei banyak muncul selama proses Pemilu 2019. KPU mengatakan terbantu oleh munculnya lembaga survei.

"KPU sangat terbantu dengan lembaga survei," ujar komisioner KPU Hasyim Asyari dalam diskusi Populi Center dan Smart FM Network dengan tema 'Survei dan Demokrasi' di Gado-gado Boplo, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2019).

Hasyim mengatakan hal ini penting karena dapat membuat masyarakat lebih tenang secara psikologis. Sebab, masyarakat dapat lebih dulu mengetahui perkiraan hasil pemilu.


"Mengapa ini penting bagi KPU, publik sudah tahu sejak awal sebetulnya siapa dapat berapa atau siapa yang menang. Itu menjadi semacam dorongan psikologis orang untuk tenang, 'ah pemilu sudah selesai' walaupun hitung-hitungan resmi masih berhari-hari masih berminggu-minggu," kata Hasyim.


"Tapi hasilnya sudah diketahui sehingga orang itu besoknya sudah kita kerja lagi, kembali ke rutinitas, udah nggak deg-degan lagi," sambungnya.

Selain itu, dia mengatakan survei dapat berguna untuk menyiapkan sarana guna mengawal suara rakyat. Hal ini agar tidak terjadi kecurangan pada setiap tingkatan dalam penghitungan suara.

"Itu kemudian menjadi sarana untuk mengawal suara rakyat sejak awal supaya kemungkinan menguap di jalan, belok kanan-belok kiri ketika di tingkat berikutnya tuh sudah terkawal. Karena sudah diketahui sejak awal siapa dapat apa atau siapa dapat berapa," ujar Hasyim.

Hasyim mengatakan terdapat dua metode dalam mengetahui hasil pemilu, yaitu quick count dan exit poll. Menurutnya, hasil survei dengan metode exit poll-lah yang kerap lebih akurat.

"Pertama, quick count, menunggu hasil penghitungan suara di TPS selesai. Kedua itu, exit poll, ini dari segi hasil bisa lebih cepat diketahui, orang keluar dari TPS ditanya pilih apa. Sepanjang saya ketahui di Pemilu 2004 dan 2014 kemarin yang biasanya relatif presisi itu yang menggunakan exit poll itu yang yang saya ketahui," ujar Hasyim.

Namun, pada kesempatan yang sama, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan mengatakan peran media juga penting dalam menyampaikan hasil survei. Dia juga meminta masyarakat dapat menyaring informasi yang diterima.

"Saya kira peran media juga menentukan, sebagusnya survei tanpa dipublikasikan dengan baik oleh media, tidak akan sampai.
Untuk media-media mainstream, berusaha cukup profesional. Masyarakat juga harus memfilter setiap informasi, harus bisa memahami lembaga survei tersebut kredibel," ujar Abdul.


Survei SPIN: Jokowi Kehilangan Momentum, Prabowo Mengejar (dwia/aan)