DetikNews
Jumat 08 Maret 2019, 18:34 WIB

TKN: Ada Gerombolan Berperilaku Barbar yang Sebar Hoax Jokowi

Yulida Medistiara - detikNews
TKN: Ada Gerombolan Berperilaku Barbar yang Sebar Hoax Jokowi Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Benny Rhamdani (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Benny Rhamdani, menyebut ada gerombolan berperilaku barbar yang menyebar hoax tentang Jokowi. Ia mengatakan ada 10 hoax tentang Jokowi yang menjadi tren di media sosial.

"Kalau hari ini muncul yang saya katakan gerombolan terorganisir yang memiliki perilaku barbar karena overdosis kebencian di lapangan saya menemukan data di tim kami misalnya, ada 10 isu yang menjadi trending topic yang seluruh isu itu Jokowi dikorbankan," kata Benny dalam diskusi berjudul Melawan Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, di Swiss Belresidences, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).


Dia mencontohkan salah satu isu hoax yang tersebar misalnya tuduhan Jokowi aktivis PKI. Menurutnya hal itu tak benar karena pada tahun 1965 Jokowi masih kecil.

"Misalnya Jokowi dituduh PKI ada sebuah foto di mana Aidit pidato dalam sebuah mimbar yang di mimbar itu ada palu arit tahun '65, ada orang berdiri di depan podium yang salah satu mukanya itu diganti dengan muka Jokowi padahal di tahun '65 itu Jokowi baru berusia 4 tahun," kata Benny.


Tak hanya itu menurut Benny isu yang menjadi tren yakni terkait tenaga kerja asing yang jumlahnya mencapai 10 juta. Selain itu menurutnya Jokowi juga dituduh mengkriminalisasi ulama.

"Kemudian juga isu tentang TKA yang jumlahnya 10 juta ini juga bullshit, kemudian juga bagaimana Jokowi dituduh mengkriminalisasi ulama, ini 10 trending topic yang isunya yang menjadi korban Jokowi," ungkap Benny.


Ia mengatakan tidak ada kriminalisasi ulama, melainkan ulama yang kriminal. Menurutnya tidak ada satu pun yang kebal hukum sehingga bisa saja dipidana.

"Jokowi hanya mengatakan atau kami, bukan mengkriminalisasi ulama. Yang ada adalah ulama kriminal, jadi siapapun yang melakukan kriminal, tidak ada di republik yang menganut hukum sebagai panglima yang kemudian dia bisa terbebas dari hukum yang disepakati oleh masyarakat bangsa untuk menciptakan tertib hukum," sambung politikus Hanura ini.




Saksikan juga video 'Tim Jokowi: 13 Provinsi Terpapar Hoax, 6 Rawan Hoax':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed