ADVERTISEMENT

Jenazah Serda Mirwariyadin yang Gugur di Nduga Disemayamkan di Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 18:05 WIB
Foto: dok Istimewa
Jakarta - Jenazah seorang anggota TNI yang gugur di Distrik Mugi, Nduga, Serda Mirwariyadin, disemayamkan di Bali. Serda Mirwariyadin disemayamkan di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai sebelum diterbangkan ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Serda Mirwariyadin merupakan salah satu personel Kopadsus yang gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Nduga. Jenazah Serda Mirwariyadin tiba di Bandara Ngurah Rai, Jumat (8/3) pukul 13.40 Wita, dengan pesawat Garuda Indonesia GA 653 dari Timika, Papua.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai, peti jenazah almarhum Serda Mirwariyadin dibawa menuju Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai untuk disemayamkan, sebelum diterbangkan menuju Bima, NTB, tempat kelahiran almarhum," kata Penjabat Sementara (Pjs) Kapentak Lanud I Gusti Ngurah Rai Kapten Sus Dani Kusdani lewat keterangan tertulis, Jumat (8/3/2019).


Jenazah Serda Mirwariyadin yang Gugur di Nduga Disemayamkan di Bali Foto: Istimewa


Saat ini jenazah masih berada di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai untuk menunggu pesawat tujuan Lombok. "Untuk jenazah sampai saat ini masih di Base Ops, karena masih menunggu pesawatnya rencana pakai Nam Air ke Lombok," terangnya.

Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Kasuri, Aspers Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Heru Agung, Asintel Kasdam IX/ Udayana Kolonel Inf Haryantana, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto, dan Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb Wibowo Cahyono Soekadi turut hadir dalam penyambutan jenazah Serda Mirwariyadin.



Sebelumnya diberitakan, pasukan TNI yang berjumlah sekitar 25 orang ditembak oleh 50-70 anggota KKB. Kapendam Cenderawasih Kolonel M Aidi mengatakan pasukan TNI diserang saat baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, Kamis (7/3) sekitar pukul 08.00 WIT.

M Aidi menjelaskan 50-70 anggota KKB menggunakan senjata campuran, baik standar militer maupun tradisional, seperti panah dan tombak. Akibat serangan tersebut, Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji gugur. (ams/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT