DetikNews
Jumat 08 Maret 2019, 15:51 WIB

Kunci BBM dan Bahan Pokok Satu Harga di Kepulauan Seribu

Danu Damarjati - detikNews
Kunci BBM dan Bahan Pokok Satu Harga di Kepulauan Seribu Suasana bongkar muat barang dagangan di Pulau Panggang Kepulauan Seribu (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pokok di Kepulauan Seribu Jakarta lebih mahal ketimbang yang dijual di daratan Jakarta. Ada kunci agar harga BBM dan bahan pokok di Kepulauan Seribu bisa sama dengan harga di daratan Jakarta.

Botol-botol air mineral berisi cairan bahan bakar kehijauan terlihat nangkring di Warung Rembulan pojok Pulau Pramuka. Pengendara sepeda motor menebus 1,5 liter Pertalite itu seharga Rp 18 ribu. Sementara di daratan Jakarta, Pertalite dijual di SPBU dengan harga Rp 7.650 ribu.

"Beda harganya dengan di daratan, karena kita harus keluar ongkos," kata Tomi (52), pemilik Warung Rembulan.



Alasan Tomi mudah dipahami. Untuk menjual bensin eceran di pulau, dia harus mendatangkannya dari daratan. Membawa BBM dari Muara Angke Jakarta Utara ke Pulau Pramuka perlu ongkos ojek kapal. Tiap 100 liter BBM maka ongkos kapalnya Rp 75 ribu. Sampai dermaga Pulau Pramuka, dia masih harus membayar jasa ojek sepeda motor yang mengantar bensin sampai ke tokonya, sekitar 500 meter dari dermaga.

Tomi pemilik Warung Rembulan Pulau Pramuka menunjukkan pertalite yang dijualnya. Tomi pemilik Warung Rembulan Pulau Pramuka menunjukkan pertalite yang dijualnya. Foto: Danu Damarjati/detikcom


Di Pulau Tidung, salah satu spot wisata favorit, Pertalite dijual Rp 10 ribu per liter di Toko Danu Sell. Mereka mendatangkan BBM dari daratan Resaban Tangerang dengan harga Rp 8.500.

Solar bersubsidi yang dijual di SPBU Jakarta seharga Rp 5.150 per liter, dibanderol eceran Rp 8 ribu per liter di Kepulauan Seribu. "Rata-rata Kepulauan Seribu segitu sih harganya, 1 liter solar Rp 8 ribu," kata Bahruddin alias Boy (45), pemilik Kapal Motor Permata yang dia gunakan untuk menarik ojek.



Untuk harga sembako, Tomi di Pulau Pramuka menjual beras slyp super Rp 11 ribu per liter. Dia membeli beras dari daratan Jakarta sekarung isi 60 liter seharga Rp 520 ribu, atau sekitar Rp 9 ribu per liter. Gula pasir dia jual Rp 15 ribu per kg. Minyak goreng dia jual Rp 15 ribu kemasan 1 kg.

"Untungnya tipis," kata Tomi.

Bensin di Pulau Tidung Bensin di Pulau Tidung Foto: Danu Damarjati/detikcom


Ibu Asia (35) di Pulau Panggang punya Toko Material Empat Putri di Pulau Panggang membeli barang dagangannya dari Rawa Saban, Tangerang.

Semen satu sak (50 kg) dia beli Rp 55 ribu dan dijual Rp 80 ribu. Asbes dan seng ukuran 1,8 meter dia beli Rp 50 ribu per lembar dan dia jual Rp 75 ribu.

"Harganya beda jauh dengan yang di daratan, karena ongkos kuli doang Rp 5 ribu, ongkos ojek kapal Rp 15 ribu," kata Asia di depan warungnya.

"Kalau cuaca ekstrem, gelombang tinggi, ya nggak bisa belanja. Takutnya barang jadi rusak. Kemarin saja satu sak semen saya jatuh ke laut," imbuh Asia.

Ibu Asia dan material dagangannya di Pulau Panggang. Ibu Asia dan material dagangannya di Pulau Panggang. Foto: Danu Damarjati/detikcom




Di Pulau Harapan, jaraknya lebih jauh dari daratan Jakarta ketimbang Pulau Pramuka atau Panggang, ada Ibu Komariah (Kokom) yang menjual material bangunan.

Satu sak semen yang dia beli di Tangerang seharga Rp 35 ribu, dia jual di Pulau Harapan seharga Rp 75 ribu. Asbes ukuran 210 cm yang dia beli seharga Rp 62 ribu, dijualnya Rp 75 ribu.

Apa Kata Kuncinya?

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad optimistis harga kebutuhan pokok di wilayahnya bisa sama dengan kawasan daratan Jakarta. Hanya satu kunci dari persoalan ini.

"Kata kuncinya adalah transportasi. Kalau transportasinya lancar, mudah, murah, maka semua akan mengikuti. Harga tidak bergejolak," kata Husein.

Kunci BBM dan Bahan Pokok Satu Harga di Kepulauan SeribuFoto: Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad (Danu Damarjati/detikcom)


BBM satu harga juga bukan sekadar angan-angan. SPBU Apung dinyatakan Husein akan beroperasi di wilayah Kepulauan Seribu. Pertamina dan BP Migas adalah pihak yang akan menyelenggarakan layanan itu.

"Bisa satu harga. Maka dalam waktu dekat di Pulau Karya (dekat Pulau Pramuka dan Pulau Panggang) akan ada pom bensin terapung dari BP Migas untuk zsmua masyarakat. Dalam sebulan, dua bulan ini akan beroperasi," kata Husein.

Simak kabar-kabar lain dari Bahtera Seva BRI, hanya di detikcom.
(dnu/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed