ABG di Kebon Jeruk Diduga Jadi Korban Salah Tangkap

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 15:00 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Seorang ABG berinisial R (15) dan ibunya, Metty diduga menjadi korban salah tangkap oknum Polsek Kebayoran Lama. Korban juga diduga dianiaya oleh oknum polisi yang berjumlah 5 orang.

Peristiwa itu terjadi di rumah Metty di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada pukul 04.00 WIB dini hari tadi. Saat itu, Metty dan anaknya masih tidur pulas, tiba-tiba terbangun karena mendengar bunyi seseorang yang mengetuk-ketuk pintu rumah.

Karena tidak mendapat jawaban, oknum tersebut kemudian mendobrak pintu rumah. Mereka juga mematikan listrik rumah.

"Saya pikir mereka perampok dan mereka matiin listrik rumah," kata Metty ketika dihubungi detikcom, Jumat (8/3/2019).

Setelah di dalam rumah, oknum polisi itu kemudian menginterogasi anaknya. Polisi menunjukkan surat tugas, menjelaskan bahwa mereka ke rumah Metty untuk mengembangkan kasus pencurian.

"Ada pembelian handphone yang diduga dari hasil kejahatan dan itu HP saya..mereka cek melalui emai. Saya beli resmi dari Samsung, ada saksi teman saya," lanjutnya.

Metty mengungkap, anaknya R dipaksa oleh oknum tersebut untuk mengakui kejahatan tersebut. Oknum polisi itu juga mengacak-acak rumah Metty untuk mencari barang bukti.

"Sekarang (R) mau di-ct scan karena diikat, dipukulin dan ditendang," katanya. Metty juga memperlihatkan sebuah video di mana R berdarah di bagian hidungnya.



Tidak hanya R, Metty juga mengaku mendapatkan penganiayaan.

"Saya diseret-seret di lorong sampai memar dan luka," imbuhnya.

Kepada oknum polisi itu, Metty menegaskan bahwa dirinya dan anaknya tidak terlibat kejahatan. Metty akhirnya meminta diselesaikan di kantor Polsek Kebayoran Lama.

"Saya minta teman saya yang bertanggung jawab kalau saya akan ke Polsek Kebayoran Lama. Saya tidak percaya kalau dia yang bawa demi keamanan saya dan anak saya," lanjutnya.

Setelah tiba di kantor Polsek Kebayoran Lama, Metty bertemu dengan Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Telly Alvin. Setelah menjelaskan duduk perkara tersebut, Metty dan anaknya dilepaskan.

"Dan akhirnya salah tangkap," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Telly Alvin menyampaikan permintaan maaf terkait insiden tersebut.

"Saya meminta maaf atas kejadian tersebut dan sebagai pertanggung jawaban yang bersangkutan sudah kami bawa ke RS Siloam untuk diobati," ujar Kompol Telly saat dihubungi secara terpisah.

(mei/fjp)