ADVERTISEMENT

TNI Ditembak di Nduga, Jokowi Cerita Sulitnya Medan Kejar KKB

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 13:05 WIB
Foto: Presiden Jokowi. (Andhika/detikcom)
Lampung Tengah - Tiga prajurit TNI gugur dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Nduga, Papua. Presiden Jokowi meminta pelaku penyerangan dikejar.

"Ini sudah saya perintahkan sejak peristiwa yang pertama (penyerangan oleh KKB Papua di Nduga) dulu untuk dikejar, diselesaikan," kata Jokowi ditemui wartawan usai peresmian Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Tengah, Jumat (8/3/2019).


Namun, Jokowi menyadari sulitnya medan hutan belantara di Nduga, Papua untuk mengejar KKB tersebut. Jokowi pernah mengunjungi Nduga di awal masa menjabat Presiden RI.

"Kita harus tahu yang namanya Nduga medannya hutan belantara bukan sesuatu yang gampang ini. Medannya hutan belantara betul. Kita pernah ke sana," ujarnya.

Sulitnya medan di Nduga dimaklumi Jokowi jadi tantangan tersendiri bagi TNI dan Polri dalam upaya mengejar KKB.

"Sehingga juga tidak mudah bagi TNI Polri untuk mengejar dan menyelesaikan ini tidak mudah karena medannya betul-betul sangat berat dan hutan belantara," kata Jokowi.


Kapendam Cenderawasih Kolonel M Aidi sebelumnya mengatakan pasukan TNI diserang saat baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, Kamis (7/3) sekitar pukul 08.00 WIT.

M Aidi menjelaskan 50-70 orang KKB menggunakan senjata campuran, baik standar militer maupun tradisional seperti panah dan tombak. Akibat serangan tersebut Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji gugur.


Saksikan juga video '3 TNI Gugur dalam Baku Tembak dengan KKSB':

[Gambas:Video 20detik]

(jor/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT