DetikNews
Rabu 06 Maret 2019, 15:00 WIB

Kasus Bantu Pelarian Eddy Sindoro, Lucas Dituntut 12 Tahun Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Kasus Bantu Pelarian Eddy Sindoro, Lucas Dituntut 12 Tahun Penjara Sidang kasus perintangan penyidikan dengan terdakwa Lucas (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Pengacara Lucas dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Lucas diyakini jaksa bersalah membantu pelarian tersangka KPK Eddy Sindoro.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Lucas terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK Abdul Basir saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

Lucas diyakini bersalah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perbuatan Lucas dibantu dengan Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya Dina Soraya. Lucas meminta Dina Soraya membantu melarikan Eddy Sindoro.

Eddy Sindoro merupakan mantan Presiden Komisaris Lippo Group yang dijerat KPK sebagai tersangka berkaitan dengan pengurusan perkara di pengadilan. Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak 2016 dan kabur ke luar negeri selama 2 tahun sebelum menyerahkan diri.

"Terdakwa menyarankan Eddy Sindoro untuk tidak menyerahkan diri kepada KPK dan menyarankan Eddy Sindoro untuk mengubah status WNI dan paspornya," kata jaksa.




Atas perintah Lucas, jaksa mengatakan Dina Soraya kemudian meminta bantuan Dwi Hendro Wibowo alias Bowo. Lucas pun meminta Dina Soraya mengambil uang ke stafnya untuk orang-orang yang membantu pelarian Eddy Sindoro di Bandara Soekarno-Hatta.

Saat itu, Eddy Sindoro sedang dideportasi dari Malaysia, bersama anaknya Michael Sindoro dan Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie. Ketiganya menumpang pesawat AirAsia saat dideportasi dari Malaysia karena Eddy Sindoro menggunakan paspor palsu.

"Terdakwa memerintahkan Dina Soraya untuk menjemput Eddy Sindoro, Michael Sindoro dan Jimmy alias Lie agar bisa masuk dan keluar dari bandara tanpa pemeriksaan imigrasi. Terdakwa juga minta Dina Soraya membelikan tiket dengan rute penerbangan Jakarta-Bangkok," jelas jaksa.

Jaksa KPK menyebut Bowo membagikan uang yang diterimanya dari Dina Soraya ke sejumlah orang, yaitu sebagai berikut:
- Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati sejumlah Rp 20 juta
- Staff Customer Service Gapura, M Ridwan sejumlah Rp 500 ribu dan 1 unit telepon seluler (ponsel) Samsung A6
- Petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Andi Sofyar sejumlah Rp 30 juta dan 1 unit ponsel Samsung A6
- Staff Customer Service Gapura David Yoosua Rudingan sejumlah Rp 500 ribu

Setelah Eddy Sindoro bersama Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie lolos tanpa pemeriksaan imigrasi di Bandara Soetta, jaksa menyebut Dina Soraya memberikan sebuah foto kepada Lucas melalui aplikasi Facetime. Sebab, Lucas ingin melihat kondisi terkini Eddy Sindoro yang menuju penerbangan ke Bangkok, Thailand.

"Sejak awal Eddy Sindoro dicegah keluar negeri, terdakwa mengetahuinya Eddy Sindoro sedang dicari KPK. Namun terdakwa tidak mempunyai ikhtikad baik pada penegak hukum yakni KPK, terdakwa juga ingin pemeriksaan KPK tidak berjalan lancar," tutur jaksa.


Saksikan juga video 'Eks Presiden Komisaris Lippo Group Dituntut 5 Tahun Bui':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed