Dalam 3 Bulan, Flu Burung Renggut Nyawa 5 Orang
Rabu, 21 Sep 2005 10:10 WIB
Jakarta - Korban tewas akibat flu burung di Indonesia bertambah menjadi 5 orang. Kelima korban meninggal dunia dalam jangka waktu 3 bulan. Kini, 6 pasien yang diduga terkena flu burung masih dirawat intensif di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.Korban tewas terakhir adalah Riska Adianti (5 tahun 7 bulan). Balita yang beralamatkan di Benteng Mas, Sunter, Jakarta Utara itu meninggal dunia pada Rabu (21/9/2005) sekitar pukul 07.00 WIB di RSPI Sulianti Saroso.Rencananya, Riska akan dimakamkan hari ini. Kepergian selama-lamanya Riska cukup singkat. Sebab, Riska baru dirujuk ke RSPI Sulianti pada Selasa (20/9/2005) sore.Sebelumnya, bocah ini sempat dirawat di RS Islam Cempaka Putih. Namun, tim medis masih menyelidiki penyebab kematian Riska sebenarnya, apakah benar dia terjangkit flu burung atau tidak. Namun, diagnosa awal, Riska diduga terkena flu burung.Sebelum Riska, tercatat sudah ada empat orang yang meninggal dunia karena flu burung. Korban pertama adalah Thalita Nurul Azizah, balita berumur 1 tahun. Anak pasangan Iwan Siswar Rapei-Lien Rosalina, warga Melati Mas Residence, Serpong, Tangerang ini meninggal dunia pada Kamis, 14 Juli 2005.Korban kedua adalah Iwan Siswara Rapei yang meninggal dunia pada Selasa, 12 Juli 2005. Korban ketiga adalah Sabrina Nurul Aisyah. Anak berusia 8 tahun itu menyusul kepergian ayahnya, Iwan Siswara Rapei.Ketiganya meninggal dunia di RS Siloam Gleneagles dalam rentang waktu kurang dari seminggu, setelah sebelumnya sempat diinyatakan terjangkit pneumonia berat. Tiga jenazah satu keluarga ini telah dimakamkan secara berdampingan di TPU Pondok Benda Pamulang.Korban keempat adalah Rini Dina (37), warga asli Semarang yang mengontrak rumah di RT 01 RW 03 Petukangan, Jakarta Selatan. Rini meninggal dunia pada Sabtu, 10 September 2005 di RS Internasional Bintaro, Jakarta Selatan.Sama dengan Iwan Siswara dan dua anaknya, Rini Dina sempat dinyatakan terkena pneumonia berat. Namun, setelah diteliti, Rini Dina positif terkena flu burung. Rini telah dimakamkan di TPU Cantung, Tegalsari, Semarang pada Minggu, 11 September 2005.Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti, dari mana kelima korban tewas ini tertular flu burung. Depkes dan Deptan sendiri sudah memberhentikan penyelidikan untuk mengetahui asal virus flu burung yang menyerang Iwan Siswara dan dua anaknya.Penelusuran sumber penularan virus flu burung sangat sulit. Karena itu, tentu penyebaran virus flu burung ini masih menjadi ancaman yang perlu harus diwaspadai. Terutama terhadap anak-anak. Sebab, dari lima korban tewas akibat flu burung ini, tiga di antaranya adalah anak-anak. Enam pasien yang diduga flu burung yang kini dirawat di RSPI Sulianti, sebagian besar juga adalah anak-anak.
(asy/)











































