JK: Yang Tak Bisa Dibantah Andi Arief Ditangkap, Jangan Salahkan Pemerintah

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Selasa, 05 Mar 2019 16:49 WIB
Foto: Wapres Jusuf Kalla (JK). (Fida/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan fakta penangkapan Andi Arief terkait narkoba harus diakui. JK menyebut pihak-pihak yang menyalahkan pemerintah terkait penangkapan itu hanya bermain kata-kata.

"Itu kan permainan kata-kata saja. Masing-masing itu membela pihaknya. Tapi yang jelas yang tidak dapat dibantah Andi Arief ditangkap, sudah. Itu kan masalah hukum, jangan salah-salahin lagi pemerintah," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

JK menegaskan pemerintah sudah berada di jalur yang benar dalam memberantas narkoba. Dia menilai melalui BNN terlihat jelas upaya pemerintah memberantas narkoba.

"Justru kita tahu memang ada narkoba, sehingga ada BNN yang tugasnya menangkap orang apabila seperti itu. Justru itulah kita tahu memang. Karena itu kita ada BNN. kalau pemerintah pura-pura tidak tahu, tidak mendirikan BNN," jelasnya.




Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono justru menyalahkan pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai pemerintah gagal memberantas narkoba.

"Andi Arief cuma jadi korban kegagalan pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia," ungkap Arief Poyuono kepada wartawan, Senin (4/3).

Menurut Poyuono, peredaran narkoba di era Jokowi semakin banyak. Ia juga meminta Andi Arief segera direhabilitasi.

"Peredaran narkoba sendiri bukannya makin menurun, malah makin banyak di era Joko Widodo dan makin mengancam generasi Indonesia," tutur Poyuono.




Tak cuma Poyuono. Waketum Gerindra lainnya Fadli Zon juga bersikap senada. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi bahan introspeksi pemerintah.

"Tentu kita sangat prihatin ya dan kita menyerahkan ini pada proses. Saya kira kita harus melihat pada perspektif yang lebih besar bahwa narkoba ini sudah masuk ke semua lini, mulai dari elite sampai rakyat, mulai dari tua sampai yang muda, bahkan sampai anak-anak," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3).

Fadli menilai penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini meningkat tajam. Ia menyebut pemerintah gagal menangani persoalan narkoba. Fadli pun mengatakan Andi Arief merupakan salah satu contoh korban tersebut.

"Ini situasi yang membahayakan. Pemerintah harus introspeksi ya, pengguna narkoba ini dalam empat-lima tahun ini meningkat tajam, bukan menurun. Artinya, pemerintah sekarang menurut saya gagal dalam menangani persoalan narkoba karena kita lihat jumlah temuannya semakin fantastis," tuturnya. (zak/tor)