Jawab Inas soal Andi Arief, BPN Ungkit Eks Kader NasDem Bandar Narkoba

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Mar 2019 12:41 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Jakarta - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, bertanya apakah Andi Arief mengenal sabu setelah bergaul dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Apa kata BPN?

Pernyataan Inas itu terlontar saat menanggapi Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyalahkan Jokowi karena Andi Arief terjerat narkoba. Inas menyoroti komentar elite Partai Demokrat (PD) yang mengaku bahwa Andi Arief selama ini jauh dari narkoba. Dia lalu bertanya perihal dugaan waktu Andi Arief nyabu.

"Lebih baik Pak Inas tanya saja ke caleg yang diduga bandar dengan bukti 105 kg sabu, apa dia jadi bandar setelah bergaul dengan rekan sekubunya," kata juru bicara Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, Selasa (5/3/2019).




Habiburokhman meminta kubu 01 tidak terlalu reaktif menanggapi Poyuono. Menurutnya, Poyuono boleh menyampaikan pendapat sebagai warga negara.

"(Kubu) 01 janganlah reaktif terhadap pernyataan Pak Poyu, dia warga negara yang berhak menyampaikan pendapat, termasuk kritikan kepada pemegang kekuasaan. Kita ini negara demokrasi, tidak boleh antikritik," sebut dia.

"Pernyataan Pak Poyu ada dasarnya. Pelaku penyalahgunaan memang kerap disebut 'hidden victim'. Yang perlu dilawan adalah bandar atau pengedar," imbuh politikus Partai Gerindra itu.




Sebelumnya diberitakan, Inas 'merangkum' pernyataan elite Demokrat soal Andi Arief. Elite PD mengaku kaget Andi Arief terjerat narkoba karena perilakunya selama ini jauh dari kesan pemakai narkoba.

"Kalau kita mencermati komentar dari internal Partai Demokrat yang meyakini bahwa Andi Arief selama ini tidak pernah menunjukkan perilaku yang menyimpang, apalagi sebagai pecandu narkoba, maka menjadi tanda tanya besar yang harus dijawab oleh Arief Poyuono, mengapa setelah bergaul dengan BPN dan Prabowo Sandi, justru Andi Arief berubah perilaku menjadi pengguna narkoba? Ada apakah gerangan?" ujar anggota Komisi VI DPR ini. (gbr/tor)