DetikNews
Senin 04 Maret 2019, 21:05 WIB

Round-Up

Cawagub DKI Sudah di Tangan DPRD, Deal or No Deal?

Tim detikcom - detikNews
Cawagub DKI Sudah di Tangan DPRD, Deal or No Deal? Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Surat pengajuan dua nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta akhirnya sampai juga ke tangan DPRD DKI Jakarta. Setelah melalui lika-liku yang panjang, surat itu pagi tadi diserahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke DPRD melalui Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Muhammad Mawardi.

Surat yang mengajukan dua nama Cawagub DKI itu pagi tadi diterima oleh Sekwan DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi. Ada dua nama yang diserahkan, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Setelah nama itu diterima, Sekwan pun lantas meneruskan usulan dua nama cawagub yang telah disepakati oleh Gerindra dan PKS itu kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras). Pras kemudian akan menyerahkan surat tersebut ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk segera membuat tata tertib pemilihan.

"Saya akan meneruskan ke Bamus untuk diagendakan ke dalam (sidang) paripurna nanti," kata Pras di kantornya, gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).


Setelahnya, anggota DPRD DKI Jakarta akan membahas tata tertib untuk mengatur teknis pemilihan. Dalam tata tertib akan diputuskan rapat digelar terbuka atau tertutup.

Pras mengatakan nantinya penentuan Wagub DKI akan ditentukan melalui voting. Dia pun tak bisa memastikan memastikan wagub baru langsung terpilih pada rapat paripurna.

"Bisa terpilih akan dan tidak terpilih," kata Pras.

Cawagub DKI Sudah di Tangan DPRD, Deal or No Deal?Prasetio Edi (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)

Politikus PDIP itu juga menekankan pentingnya Syaikhu dan Agung Yulianto untuk mempresentasikan pengetahuan mengenai DKI Jakarta ke anggota Dewan dinilai penting. Para anggota DPRD DKI perlu mengetahui sejauh mana pengetahuan cawagub yang diusung oleh PKS tersebut.

"(Mereka) tinggal menjelaskan siapa sih dirinya. Menjelaskan sampai mana pengetahuannya soal Jakarta," jelas Pras.

"Dengan teman-teman mereka harus sowanlah," imbuhnya.


Pras pun tidak bisa memastikan kapan penentuan cawagub DKI akan tuntas. Sebab, dua pertiga anggota DPRD DKI Jakarta harus hadir saat voting dilakukan. Apalagi ada faktor pileg dan pilpres yang juga turut mempengaruhi kehadiran di paripurna.

"Di dalam paripurna, ada orang ada absen," sebutnya.

"Kita berjalan saja natural. Saya nggak tahu anggota pemikiran sama dengan saya," imbuh Pras.

Lantas, apakah DPRD akan deal or no deal terhadap nama cawagub DKI yang diusulkan?
(mae/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed