Kendala Buru Ali Kalora Cs, Polri: Warga Lebih Takut Kelompok MIT

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 04 Mar 2019 14:32 WIB
Foto: Asisten bidang Operasi Kapolri, Irjen Rudy Sufahriadi (kanan) dan Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (kiri). (Audrey-detikcom)
Jakarta - Polri menyatakan masyarakat di Sulawesi Tengah (Sulteng) lebih takut dengan kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dibanding memberikan informasi ke polisi. Kondisi itu menjadi salah satu kendala Satgas Tinombala dalam mengumpulkan informasi terkait pergerakan Ali Kalora cs.

"(Alasan perburuan Ali Kalora lama) masyarakat di sana lebih takut sama mereka daripada memberi informasi ke kami (aparat TNI-Polri). Ini yang sedang kami pindah ke masyarakat, memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa kita akan melindungi masyarakat yang ada di sana," jelas Asisten bidang Operasi Kapolri, Irjen Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).


Rudy mengatakan Ali Kalora cs bersembunyi di kawasan pegunungan. Masyarakat, kata Rudy, ragu-ragu menyampaikan informasi ke satgas.

"Karena kan mereka (kelompok teroris) di atas gunung, masyarakat berkebun dan polisinya itu nggak semuanya ada di kebun. Kami nggak bisa jaga masyarakat, dari masyarakat juga ragu-ragu memberikan informasi," sambung Rudy.

Namun begitu, Rudy menilai jumlah pasukan Satgas Tinombala cukup untuk mengejar Ali Kalora cs. Ada 6 SSK TNI-Polri yang menjalankan operasi ini.

"Sampai saat ini tidak (ada penambahan personel) dan situasi terkendali. Dan kami masih sanggup. Operasi Tinombala terdiri dari Polda Sulteng 3 SSK, dari Mabes Polri 1 SSK dan dari TNI 2 SSK," ucapnya.


Rudy menggambarkan pergerakan kelompok Ali Kalora selalu berpindah dari satu gunung ke gunung lainnya. Dari Poso Pesisir Selatan, Poso Pesisir Utara hingga terakhir diketahui masuk Parigi Moutong.

"Kemungkinan di bagi dua kelompok dengan kelompok kecil, tapi masih bisa saling melihat dan memberi tanda," jelas Rudy. (aud/idh)