detikNews
Minggu 03 Maret 2019, 15:54 WIB

Kurangi Sampah Plastik, KLHK Bagi-bagi Sedotan Stainless di JJF 2019

Tia Reisha - detikNews
Kurangi Sampah Plastik, KLHK Bagi-bagi Sedotan Stainless di JJF 2019 Foto: dok. KLHK
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turut berpartisipasi dalam gelaran Java Jazz Festival (JJF) ke-15 tahun ini untuk memberikan informasi kepada pengunjung terkait pengelolaan sampah. Dalam hal ini, KLHK membagikan souvenir kepada pengunjung berupa sedotan stainless steel untuk mengurangi sampah sedotan plastik.

Souvenir lain yang dapat diperoleh pengunjung dengan cuma-cuma adalah kantong belanja guna ulang. Melalui kedua benda tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan sedotan dan kantong plastik. KLHK juga memberikan pengetahuan tentang perhutanan sosial dan rehabilitasi lahan di daerah aliran sungai.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Djati Witjaksono Hadi yang juga merupakan penanggung jawab Paviliun KLHK di JJF mengungkapkan bahwa KLHK mengimbau pengunjung dan peserta JJF untuk menghindari dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (single-use plastics) seperti kantong belanja plastik dan sedotan plastik.


"Hindari minuman kemasan plastik dan kemasan styrofoam, gunakan wadah makanan pakai ulang," ujar Djati dalam keterangan tertulis, Minggu (3/3/2019).

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya dalam beberapa kunjungan kerja ke daerah belakangan ini mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah sendiri. Ia menyebut bahwa HPSN tahun 2019 ini menjadi momentum yang baik dalam mengajak seluruh pihak mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian pengelolaan sampah di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah telah meluncurkan Gerakan Indonesia Bersih saat Rapat Kerja Nasional Indonesia Bersih di Jakarta beberapa waktu lalu. Fokus Program Gerakan Indonesia Bersih memberikan penekanan pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, kerja, serta komunitas. Selain itu juga diharapkan terjadi peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.


Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, KLHK telah merumuskan strategi dan kebijakan dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama pelibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Keterlibatan pemerintah pusat dan daerah ini tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas) dan Peraturan Presiden nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Jakstranas Pengelolaan Sampah merupakan momentum besar penataan sistem pengelolaan sampah di Indonesia yang memiliki target pengelolaan sampah sebesar 100% pada tahun 2025 dengan upaya pengurangan sampah sebesar 30% dan upaya penanganan sampah sebesar 70%. Hal ini merupakan perubahan paradigma besar dengan 30% penekanan kebijakan up-stream (hulu) melalui mindset 3R (reduce, reuse, recycle).

Sementara itu, dengan jumlah penduduk sebanyak 265 juta jiwa, timbulan sampah nasional diperkirakan mencapai 65,79 juta ton setiap tahunnya. Sedangkan, kapasitas TPA sanitary landfill/controlled yang pada 2016 mencapai 55% turun pada 2018 menjadi 44%. Persoalan TPA menjadi hal yang sangat mendasar karena landfill system menjadi sistem utama dalam pengelolaan sampah di Indonesia dan diamanatkan dalam UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed