Ma'ruf soal Puisi Neno Warisman: Tentu Buya Syafii Marah

ADVERTISEMENT

Ma'ruf soal Puisi Neno Warisman: Tentu Buya Syafii Marah

Guruh Nuary - detikNews
Sabtu, 02 Mar 2019 22:55 WIB
Ma'ruf Amin/Foto: Eva Safitri/detikcom
Jakarta -

Cawapres Ma'ruf Amin menilai ungkapan kekesalan mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif terhadap Neno Warisman, sebagai hal wajar. Sebab Neno mengaitkan perang Badar dengan Pilpres 2019.

"Ya doa (Neno Warisman) itu memang tidak tepat ya. Doa perang badar kok diucapkan pada saat kita mau Pilpres," ujar Ma'ruf Amin kepada wartawan di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019).

"Jadi menyamakan Pilpres dengan perang Badar tidak tepat. Tentu Buya Syafii sangat marah gitu, sangat marah mungkin dia itu," imbuh Ma'ruf.

Puisi Neno Warisman di Munajat 212 sebelumnya disebut biadab oleh Buya Syafii.


Buya Syafii menerangkan konteks doa yang dibacakan Neno adalah doa Perang Badar. Kala itu pasukan muslim yang jumlahnya tak seberapa berperang dengan kafir Quraisy. Dalam peperangan itu, Nabi Muhammad berdoa untuk kemenangan muslim. Akhirnya pihak muslim berhasil memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya berlipat-lipat.

"Itu puisi, itu kan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. 'Biadab' itu bahasa Persia. 'Bi' itu artinya 'tidak', 'adab' itu 'tata krama'," kata Buya Syafii setelah menghadiri bedah buku karyanya berjudul 'Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam' di Gedung Pascasarjana UMY, Yogyakarta, Jumat (1/3).

Sedangkan Neno Warisman menegaskan dirinya memang ekspresif kala menyampaikan sesuatu, termasuk saat membaca puisi di acara Munajat 212. Neno lantas menegaskan dirinya sering membaca doa.

"Nah doa itu selalu dari dulu memang saya suka, memang saya sering baca. Karena doa itu dicontohkan oleh Rasulullah SAW," kata Neno dalam acara 'Pentas Seni Budaya dan Kulinari' relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019).

Jawaban ini disampaikan Neno Warisman saat ditanya soal puisi pada Munajat 212 yang jadi kontroversi karena dikaitkan dengan doa Perang Badar.

"Jadi saya memang nggak pikir ini apa, ini apa, kepada siapa. Bahkan saya nggak tahu ada perang total, nggak tahu. Sama sekali nggak tahu. Jadi saya hanya bawakan diri saya ya berdoa sebagaimana saya biasanya, begitu saja," ujar Neno.



(fdn/fdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT