DetikNews
Jumat 01 Maret 2019, 15:44 WIB

Akbar Ditembak Saat Razia BNN, Keluarga: Dia Korban Peluru Nyasar

Raja Adil Siregar - detikNews
Akbar Ditembak Saat Razia BNN, Keluarga: Dia Korban Peluru Nyasar Foto: Akbar masih jalani perawatan di RS (Raja-detikcom)
Palembang - Akbar Putra (18) tertembak saat petugas gabungan melakukan razia narkoba di daerah prostitusi Palembang, Sumatera Selatan. Keluarga mengatakan Akbar korban peluru nyasar.

"Korban ini lagi tidur, terus dengar suara tembakan ramai. Pas bangun melihat si adek korban tidak ada di rumah," terang paman korban, Fakhrizal saat ditemui di RS Myria Palembang, Jumat (1/3/2019).

Kawatir adiknya tertembak, korban pun langsung keluar dan mendatangi lokasi sumber suara. Korban mengaku dengar suara tembakan cukup ramai malam itu.



"Korban jalan mau mencari adiknya, pas di jalan langsung kena tembakan, peluru nyasar. Luka tembaknya dekat dada kiri. Peluru masuk ke dalam," katanya.

Saat ini korban menjalani perawatan di RS Myria Palembang. Belum diketahui kapan proyektil yang telah bersarang di tubuh korban akan diangkat.

"Belum tahu kapan (proyektil diangkat). Kami masih nunggu orang tuanya dulu, termasuk seperti apa tindak lanjut dari kasus ini nanti disampaikan," tutupnya.

Sementara Kapolsek Sukarame, Kompol Rivanda mengatakan pihaknya tidak ikut dalam razia gabungan malam tadi. Tapi ada beberapa anggota datang ke lokasi untuk mengamankan situasi.

"Kami tidak dilibatkan tadi malam. Tetapi karena mendapat informasi mau razia ya kami ikut sekedar mengamankan situasi. Ternyata dapat kabar ada seorang warga terkena tembakan," kata Kapolsek.



"Korban sekarang dirawat di rumah sakit Myria. Razia dilakukan oleh BNN Sumsel sama Satpol PP," tutup Kapolsek.

Akbar tertembak peluru nyasar di Jalan Teratai, Kampung Baru, Sukarame, Kota Palembang, Kamis (28/2) sekitar pukul 23.45 WIB. Saat kejadian diketahui ada petugas BNN Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) yang tengah menggelar razia bersama Satpol PP Palembang.

BNNP Sumsel, yang berusaha masuk ke Jalan Teratai dan dikenal sebagai lokasi prostitusi mendapat penolakan dengan dilempari batu. Petugas BNN memberi tembakan peringatan sebelum akhirnya mundur.


(ras/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed