Takut Virus Flu Burung, Parkit Kesayangan pun Dilepas

Takut Virus Flu Burung, Parkit Kesayangan pun Dilepas

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2005 12:29 WIB
Jakarta - Virus flu burung benar-benar membuat panik warga Jakarta dan sekitarnya. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah datangnya virus mematikan itu. Burung kesayangan pun tidak segan-segan dilepas."Saya benar-benar takut. Habis kok yang di rumah sakit korbannya kebanyakan anak-anak. Jadi saya minta anak saya ngelepasin burung kesayangannya," ungkap Ny. Yayah (29) kepada detikcom, Selasa (20/9/2005). Ibu dua anak ini mengaku sebetulnya tidak tega 'memaksa' anak sulungnya, Muhammad (4,5), melepas burung parkit yang dibelinya seharga Rp 12.500/ekor itu. "Dia sempat nanya kenapa dilepas, dan sempat menolak. Tapi setelah sedikit dipaksa, akhirnya mau juga dilepas," ungkap wanita berjilbab itu.Uniknya, meski sudah dilepas, dua burung berwarna kuning dan hijau itu menolak terbang jauh. Dua burung itu hingga malam hari masih terbang di sekitar tempat tinggalnya di kawasan Pondok Gede. "Tapi tadi pagi sudah nggak ada lagi. Aduh, tenang deh sekarang," katanya.Ketakutan serupa juga dialami Ny. Riris (35) yang tinggal di Bekasi. Wanita berdarah Sumatera ini tak bosan-bosannya mewanti-wanti pembantunya agar tidak membeli ayam sebagai lauk pauk. "Pokoknya hindari dulu deh ayam-ayaman," kata wanita yang berkantor di kawasan Salemba, Jakarta Pusat itu.Tidak hanya mengingatkan pembantunya, wanita berkulit sawo matang itu juga melarang anak-anaknya mendekati unggas, termasuk tukang sayur langganannya. Lho? "Iya, soalnya kan tukang sayur biasa bawa ayam potong," katanya beralasan. Kecemasan juga melanda Ny Oke (34) yang tinggal di Cimanggis, Depok. Ibu satu anak ini mengaku sampai sulit tidur saking takutnya dengan wabah virus flu burung. Ketakutan Oka bukan tanpa alasan. Sebab sekitar 800 meter dari tempat tinggalnya ada sebuah peternakan ayam tradisional."Peternakan itu memang bersisian dengan kompleks saya. Jadi ngeri. Apalagi kalau malam atau habis hujan, wah baunya minta ampun," kata wanita berambut pendek itu.Meski kesal, Oke mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi lingkungan perumahannya. "Mau bagaimana lagi, peternakan itu sudah ada di sana sebelum perumahan saya dibangun," kata Oke yang berdarah Bali itu.Meski sebagian besar warga takut dengan virus flu burung, Ny Lena (31) yang tinggal di Kebon Jeruk, Jakarta menyikapinya dengan biasa-biasa saja. Dia mengaku masih tetap mengkonsumsi ayam dan telur. "Asal kita mengolahnya dengan benar kan nggak ada yang perlu ditakutin," tandasnya. Sekadar diketahui, di Indonesia, flu burung telah menelan empat korban. Tiga korban pertama adalah Iwan Siswara Rapei dan dua putrinya yang meninggal Juli lalu. Korban keempat, Rini Dina, warga Jakarta Selatan yang meninggal pada 10 September.Saat ini di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso tengah merawat enam pasien suspect flu burung yang sebagian besar anak-anak. Dua di antaranya adalah petugas Kebun Binatang Ragunan dan pedagang asongan di kawasan wisata itu. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads