Anies Gunakan Dana KLB untuk Bangun Tiga JPO Instagramable

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 28 Feb 2019 13:18 WIB
JPO yang instagramable di Jakarta. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Pembangunan tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) artistik di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, menggunakan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) dari pihak swasta. PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (PKN) mengeluarkan dana Rp 53 miliar untuk pembangunan tiga JPO tersebut.

"Ini kemarin dibiayai melalui kompensasi KLB dan kemudian kita akan tuntaskan insyaallah bulan Mei semuanya selesai," ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada wartawan di JPO Gelora Bung Karno (GBK), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (28/2/2019).




Pembangunan menggunakan denda atau kompensasi KLB pertama kali digunakan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ahok kemudian mengatur masalah penggunaan kompensasi KLB dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 175 Tahun 2015 tentang Pengenaan Kompensasi terhadap Pelampauan Nilai Koefisien Lantai Bangunan.

Megaproyek yang dibiayai oleh KLB adalah Simpang Susun Semanggi. Proyek senilai Rp 320 miliar itu dibiayai PT Mitra Panca Persada.

Meski sempat menjadi polemik, Anies sebagai pengganti Ahok masih menangguhkan KLB untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Anies menyebut KLB tidak bermasalah dalam pengawasan karena sudah ada mekanisme untuk mengaudit infrastruktur hasil KLB.

"Semuanya diproses dengan audit yang benar dan ini pun bukan sesuatu yang baru, tapi sudah ada dalam rencana pembangunan pemerintah. Jadi memang sudah ada rencananya dan kita laksanakan rencana itu," ucap Anies.




Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho akan menggunakan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk audit pembangunan KLB. "Dana Rp 53 M tapi masih akan di KJPP, diaudit. Perkiraan sementara 53 M," ucap Hari.

Hari menyampaikan saat ini masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, termasuk pengadaan lift untuk disabilitas. Maka, aset JPO belum diserahterimakan kepada Pemprov DKI.

"Setelah selesai pembangunan ini, tentunya akan diserahkan ke kita dan nanti akan menjadi aset Bina Marga," kata Hari.



Saksikan juga video 'Warga Tak Sabar Jajal JPO Sudirman yang Instagramable':

[Gambas:Video 20detik]

(aik/dhn)