"Hingga pukul 10.00 WIB, dampak gempa 11 orang luka ringan dan 101 unit rumah rusak akibat gempa. Daerah yang mengalami kerusakan tersebar di 4 nagari di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/2/2019).
Baca juga: 10 Orang Luka Akibat Gempa Solok Selatan |
Sutupo menjabarkan 30 rumah rusak sedang di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangor Balai Janggo; 4 rumah rusak berat dan 6 rumah rusak sedang di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo; 1 rumah rusak berat dan 30 rumah rusak sedang dan rusak ringan di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo; serta 30 rumah rusak sedang dan ringan di Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batanghari.
Kerusakan Akibat Gempa di Solok Selatan. (Foto: Dok. Humas BNPB) |
BPBD Kabupaten Solok Selatan masih mendata korban dan kerusakan. Posko kesehatan didirikan di Sungai Kunyit. Tenda juga sudah didirikan untuk logistik dan pengungsi. Sutopo memastikan dampak gempa tidak meluas ke wilayah lain.
"Dampak gempa tidak besar sehingga diperkirakan kerusakan tidak luas," terang Sutopo.
Sepanjang Kamis, Solok Selatan diguncang beberapa kali gempa tektonik. Dimulai gempa M 4,8 pada pukul 01.55.02 WIB. Lalu disusul gempa dengan magnitudo lebih besar, yakni 5,6, pada pukul 06.27 WIB.
Gempa ini tidak hanya dirasakan di pusat gempa, tapi juga di berbagai daerah di Sumatera Barat dan Kerinci, Jambi. (idn/idh)












































Kerusakan Akibat Gempa di Solok Selatan. (Foto: Dok. Humas BNPB)