DetikNews
Rabu 27 Februari 2019, 17:55 WIB

Digelar 1-4 Agustus, Festival Indonesia di Moskow Diserbu

M Guruh Nuary - detikNews
Digelar 1-4 Agustus, Festival Indonesia di Moskow Diserbu Dubes M Wahid Supriyadi saat meninjau Festival Indonesia 2018. (Herianto Batubara/detikcom)
Jakarta - Festival Indonesia ke-4 akan digelar di Moskow, Rusia, pada 1-4 Agustus mendatang. Baru diumumkan, festival yang telah jadi ikon di Kota Moskow ini langsung diserbu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

"Untuk 70 booth UMKM, yang daftar sudah 100 lebih dan harus diseleksi lagi. Padahal waktu 2016 saya datang, nyari 30 itu susah sekali. Karena indeks masih belum jelas mengenai Rusia," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (27/2/2019).


Dubes Wahid mengatakan festival ini memang belum dilirik saat digelar pertama kali pada 2016. Namun saat ini peminatnya membeludak. Banyak daerah dan UMKM yang berebut untuk bisa ambil bagian dalam agenda besar ini. Hasilnya memang signifikan, berbagai produk Indonesia yang ditawarkan di sana laris manis diserbu, bahkan peserta bisa mendapat distributor.

"Jadi ini terintegrasi. Permukaannya di cover festival budaya, tapi di bawah kita juga membina UMKM," ucapnya.

Dubes M Wahid Supriyadi saat meninjau Festival Indonesia 2018 laluDubes M Wahid Supriyadi saat meninjau Festival Indonesia 2018. (Herianto Batubara/detikcom)

Festival Indonesia ke-4 akan digelar pada 1-4 Agustus mendatang. Lokasinya sama seperti tahun sebelumnya, yakni Taman Krasnaya Presnya seluas 16,5 hektare di jantung Kota Moskow.

"Persiapan sudah cukup bagus, sponsor sudah datang, yang mau tampil di sana silakan datang sendiri dan bayar sendiri. KBRI kan tidak punya anggaran banyak. Ini lebih pada keroyokan ramai-ramai dari berbagai instansi, kelompok masyarakat, dan para pengusaha," ucapnya.

Festival Indonesia tidak hanya menjadi ajang promosi seni budaya Indonesia ke masyarakat Rusia, namun juga sebagai tempat untuk mengais bisnis kerja sama Indonesia di Rusia. Dubes Wahid mengatakan Festival Indonesia selama ini telah menjadi ikon di Kota Moskow yang ditunggu-tunggu warga.


"Itu bisa dilihat di YouTube, salah satu yang paling menarik perhatian adalah wayang, workshop wayang. Ini sampai hujan-hujanan ada yang nggak pergi tuh, kemudian workshop batik, kemudian juga kuliner. Jadi semua produk Indonesia yang ditampilkan di Kresnaya habis semua. Paling hanya baju karena kadang ukurannya nggak pas, ya. Bahkan untuk fashion, kita tarik semua orang-orang kita dari batik dan segala macamnya itu, baju yang dipakai oleh peragawati itu semuanya habis. Ini kan menandakan bahwa produk kita disukai di sana, belum juga baju-baju muslim, ya," ujar Wahid Antusias.

Momen membludaknya penonton wayang kulit hingga rela hujan-hujanan di Festival Indonesia 2018 laluMomen membeludaknya penonton wayang kulit hingga rela hujan-hujanan di Festival Indonesia 2018. (Herianto Batubara/detikcom)

Dubes Wahid mengaku optimistis Festival Indonesia tahun ini bakal lebih sukses daripada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Tahun lalu, pengunjungnya mencapai 135 ribu orang, melampaui target 120 ribu pengunjung.

"Untuk pengunjung targetnya tahun ini 140 ribu orang," ujarnya.
(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed