Sudut Jalan di Kendari Dipenuhi Sampah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Feb 2019 14:21 WIB
Foto: Ilustrasi sampah (Luthfi Syahban)
Kendari - Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) geram karena tumpukan sampah di sudut-sudut jalan belum juga diangkut oleh petugas. Peristiwa penumpukan sampah ini sudah terjadi 1 minggu lalu dan membuat Kota Kendari menjadi jorok.

Pantauan di lokasi, di sejumlah komplek perumahan, seperti di kawasan BTN Pepabri Lepo-Lepo, BTN Kehutanan, BTN Findayani, BTN graha Asri, kota lama, dan pusat penjualan umum lainnya, terlihat banyak sampah. Tumpukan sampah rumah tangga itu sudah 1 mingguan tak diangkut petugas.

"Seharusnya sampai yang beberapa hari itu sudah terangkut pagi ini, namun hingga kini belum ada kendaraan sampah yang memuatnya," kata Sajo (45), petugas pemungut sampah, yang ditemui wartawan, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (26/2/2019).



Hal senada diungkapkan penjual buah di kawasan Wua-Wua, Johan. Dia mengaku bahwa sampah rumah tangga yang bertumpuk di depan penjualan buah itu sudah beberapa hari tidak diambil petugas sampah, alasannya karena ada persoalan internal mereka yang mengakibatkan banyak yang mogok kerja selama beberapa hari ini.

"Kami dengar, para petugas pemungut sampah gajinya selama 2-3 bulan belum diterima, makanya mereka mogok kerja," kata Johan.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kendari, Paminuddin juga mengakui persoalan internal di lembaganya. Namun pihaknya berjanji akan menuntaskan keluhan warga kota terkait persampahan yang belum juga terangkut.

"Sebenarnya mulai kemarin Senin (25/2), sampah-sampah yang ada di tempat penampungan sementara itu sudah mulai diangkut namun belum seluruhnya selesai karena banyak tenaga dan petugas yang belum masuk kerja," ujar Paminuddin. (rvk/asp)