DetikNews
Senin 25 Februari 2019, 16:52 WIB

Buntut Panjang Munajat 212, Ketua MUI DKI Didesak Dicopot!

M Guruh Nuary - detikNews
Buntut Panjang Munajat 212, Ketua MUI DKI Didesak Dicopot! Hafidz Alumni Kampus Alquran PTIQ dan FURIA di Kantor MUI Pusat Foto: M Guruh Nuary/detikcom
Jakarta - Hafidz Alumni Kampus Alquran PTIQ dan Forum Ukhuwah Pengurus dan Imam Masjid Jakarta (FURUIA) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Mereka mendesak agar Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dicopot karena dinilai berpolitik terkait acara Munajat 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/2) lalu.

Massa datang ke Kantor MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019). Mereka membawa spanduk berisi tuntutan yang isinya meminta agar Ketua MUI DKI Jakarta dicopot karena mereka nilai merusak marwah MUI dan melanggar AD/ART.


"Kami dari keluarga besar Alumni Insan Hafidz Quran dari Kampus PTIQ dan pengurus masjid Jakarta ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama menyikapi tentang acara Munajat 212, kami tidak sepakat MUI DKI memfasilitasi acara yang berbau politik, jelas karena ada simbol-simbol dan orasi-orasi tokoh politik," kata Dewan Pembina Insan Hafidz PTIQ dan Forum Ukhuwah Imam Jakarta, Syaefudin, di lokasi.

Hafidz Alumni Kampus Alquran PTIQ dan FURIA di Kantor MUI PusatHafidz Alumni Kampus Alquran PTIQ dan FURIA di Kantor MUI Pusat Foto: M Guruh Nuary/detikcom

Syaefudin berpendapat, MUI DKI tidak netral dengan memfasilitasi agenda tersebut. Jika netral, semestinya tokoh-tokoh dari kedua belah pihak di Pilpres 2019 akan ada di lokasi.

"Ternyata ini kami ikuti dari awal sampai akhir bersama pengurus masjid Jakarta ini hanya ada satu pihak dari pasangan capres yang satu pihak saja, itu masalahnya. Yang kedua, kami melihat MUI itu harus dijunjung tinggi karena sebagai ormas tertinggi di republik ini yang menaungi seluruh umat Islam di Indonesia, apakah itu NU, Muhammadiyah dan segala macem ada di MUI, dinaungi oleh MUI. Maka, kami sangat sedih, kami dari generasi muda, pengurus masjid dan pengurus PTIQ, kami menyayangkan tindakan tersebut, itulah sebabnya kami datang ke MUI Pusat sebagai lembaga suci bagi kami, harus kita jaga marwahnya, harus kita jaga netralitasnya dari urusan politik praktis," ujar Syaefudin.

"Berikutnya yang tidak kalah penting menurut kami ketua MUI DKI itu telah melanggar AD/ART MUI, untuk itu kami ingin menyampaikan ke MUI Pusat agar segera dicopot ketua MUI DKI yang sekarang, dicopot dari jabatannya karena telah menjatuhkan marwah Majelis Ulama Indonesia," sambungnya menegaskan.


Ketua Insan Hafidz PTIQ dan Forum Ukhuwah Imam Jakarta Muhammad Irfan juga menyampaikan hal senada. Dia menyatakan, kehadiran mereka bentuk keresahan masyarakat. Dia mengaku kecewa MUI DKI Jakarta tidak netral.

Ketua Insan Hafidz PTIQ dan Forum Ukhuwah Imam Jakarta Muhammad IrfanKetua Insan Hafidz PTIQ dan Forum Ukhuwah Imam Jakarta Muhammad Irfan Foto: M Guruh Nuary/detikcom

"Semangat kami di sini semua sama, ingin menjunjung tinggi marwah daripada MUI sebagai satu lembaga tertinggi daripada naungan ormas-ormas Islam di seluruh Indonesia. Jadi kami berharap kepada MUI Pusat untuk memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada Ketua MUI Jakarta agar ke depannya tidak terjadi hal seperti ini yang sama-sama kita saksikan telah banyak kekecewaan dari kalangan masyarakat, tokoh ulama dan masyarakat sekitar DKI Jakarta," ujar Irfan.

Menurut Irfan MUI harus netral karena jadi rujukan utama semua ormas Islam di Indonesia. MUI jangan sampai terlibat dalam dukung mendukung salah satu calon di Pilpres 2019.

Irfan Cs berharap aspirasi mereka ditindaklanjuti oleh MUI Pusat. Nantinya mereka juga merencanakan beraudiensi dengan Bawaslu sebagai bentuk keseriusan dari pelaporan ini.

"Kalau memang masih tidak ada tindaklanjut dari MUI pusat, mungkin kami akan bersama-sama dengan kawan-kawan untuk mengajukan aspirasi kami Bawaslu.

MUI DKI Jakarta sebelumnya membantah bertanggung jawab atas acara munajat 212 yang diselenggarakan di Monas, kamis (21/2) lalu. MUI menegaskan acara yang diselenggarakan oleh mereka adalah 'Senandung Salawat dan Dzikir Nasional' bukan 'Munajat 212'.

"Saya tegaskan sekali lagi, kegiatan 'Senandung Salawat dan Dzikir Nasional' kemarin sifatnya adalah untuk muhasabah bersama dan berupaya menyejukkan suasana melalui dzikir bersama. Kita berkumpul, memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk menghadirkan kebaikan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia kita tercinta," ujar Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, dalam keterangan tertulis, Minggu (24/2/2019).

Hal yang senada disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI DKI Jakarta Faiz Rafdhi. Faiz menjelaskan acara yang digelar MUI sama sekali tidak mengundang tokoh politik, baik Ketum PA 212 Slamet Ma'arif maupun tokoh politik lainnya.

"Tidak (diundang), pokoknya yang kita undang adalah MUI kota dan ormas-ormas keagamaan atau ormas Islam se-DKI. Beberapa majelis taklim se-DKI itu kita undang," kata Faiz ketika dikonfirmasi.

"Memang yang kita dengar PA itu juga menyelenggarakan, iya mungkin itu (acara) bersamaan, sehingga terkesan seperti tumpang tindih, kita itu (acara) hanya sebentar kok, hanya sampai jam 21.00 WIB apa ya, pokoknya Ketua Umum MUI DKI selesai sambutan, sudah, nggak sampai malam," sambungnya. Redaksi yang berada di lokasi dan juga telah mengecek ulang dari dokumentasi kegiatan, memastikan tidak ada momen penjeda antara sambutan Ketum MUI DKI dengan momen acara setelahnya yakni sambutan Ketum FPI Sobri Lubis. MC langsung mempersilakan Sobri untuk berbicara sesaat setelah Ketum MUI DKI Munahar Muchtar selesai sambutan.

Untuk diketahui, pada acara yang digelar pada Kamis (21/2), backdrop yang dipasang di panggung bertuliskan 'Malam Munajat'. Backdrop yang memasang foto Imam Besar FPI Habib Rizieq itu juga bertuliskan 'Bersama MUI DKI Jakarta dan Majelis Ta'lim Se -Jabodetabek'.

Selain itu, dalam acara itu, MC juga berulang kali menyatakan acara di Monas tersebut merupakan acara Munajat 212. Bahkan MC menyatakan hal tersebut sesaat sebelum mempersilahkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta berbicara di panggung.



Simak Juga 'Keluarkan Fatwa 212, Ma'ruf Heran Tak Diundang ke Munajat 212':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed