Kontroversi Ibu-ibu Sosialisasi 'Jika Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Feb 2019 06:25 WIB
Foto: Ghazali Dasuqi
Jakarta - Aksi ibu-ibu mengampanyekan anti-Jokowi viral di media sosial. Videonya tersebar di berbagai platform. Aksi itu dianggap sebagai kampanye hitam terhadap Jokowi.

Video yang beredar berdurasi 53 detik. Di video tampak dua orang ibu-ibu sedang berbincang dengan seorang pria tua. Pria itu tampak berdiri di pintu kontrakan, dia tak memakai baju, hanya bersarung.


Lokasinya belum diketahui. Namun percakapan antara dua orang ibu itu dan si pria tua dalam bahasa Sunda. Isinya soal ajakan untuk tidak memilih Jokowi.

Salah satu yang terdengar adalah ibu-ibu itu membahas ijtimak ulama. Selain itu, ada bahasan soal larangan azan.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata salah seorang perempuan.

Jika diartikan, pernyataan di atas memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.


Pernyataan itulah yang jadi kontroversi. TKN Jokowi-Ma'ruf Amin geram dengan aksi ibu-ibu tersebut. Mereka akan menelusuri ibu-ibu yang ada di video.

"Menyampaikan ke masyarakat bahwa kalau Pak Jokowi menang suara azan di masjid-masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai jilbab, dan melegalkan pernikahan sesama jenis, merupakan materi kampanye fitnah, hoax dan menyebarkan kebencian," kata Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily.

"Kami akan menelusuri siapa yang melakukan kampanye hitam tersebut. Darimana ibu-ibu ini mendapatkan informasi dengan mengampanyekan hoax dan fitnah keji seperti ini," imbuhnya.


Cawapres Ma'ruf Amin ikut menyesalkan aksi kampanye hitam ibu-ibu terhadap Jokowi yang videonya viral. Ma'ruf menegaskan materi kampanye hitam ibu-ibu itu sepenuhnya fitnah.

"Ngawur itu. Itu fitnah dan hoax, ada hoax begitu," ujar Ma'ruf di Hotel Aryaduta Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

BPN Prabowo-Sandiaga juga bicara soal video itu. BPN menegaskan ibu-ibu yang ada di video bukanlah bagian dari tim kampanyenya.

"Kalau dari BPN jelas bukanlah, pola kerja kami fokus penyampaian visi-misi program dan mekanisme lawan kecurangan pemilu," kata juru bicara Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, Minggu (24/2/2019).


Berdasarkan pantauan twitter, video tersebut diunggah oleh akun xena the warior princess @citrawida5 pada 13 Februari 2019 seperti terlihat dalam tangkapan layar akun el diablo @MemeTanpaHurufK siang ini (24/2/2019).

El diablo juga mengunggah foto perempuan yang disebut-sebut Citra Wida. Dari akun facebook Citra Wida, tertera alamat sebuah rumah di Karawang.

Detik menelusuri alamat tersebut dan mendatangi alamat rumah yang tertera, Minggu (24/2/2019). Tak ada perempuan bernama Citra Wida yang tinggal di rumah tersebut. Rumah itu dihuni oleh Aswandi (45).

"Di rumah ini tidak ada yang namanya Citra Wida," kata Aswandi, karyawan swasta yang sudah menghuni rumah itu sejak 2014.

Begitupun saat detik menunjukkan foto Citra Wida, Aswandi tak mengenalinya, begitupun tetangga dan warga dekat rumah Aswandi.

"Kalau alamat rumahnya betul di sini, tapi foto perempuan di akun Citra Wida bukan warga kami," kata Didik Kurniawan, Ketua RW29 Perum Gading Elok 1 kepada detik, Minggu (24/2/2019).

Sementara dihubungi melalui telepon, Kapolsek Karawang Kota Kompol Iwan Ridwan menyatakan ibu yang berada di video itu bukan warga Perum Gading Elok. "Ibu - ibu di video tersebut tidak tinggal di Gading Elok 1," kata Iwan.

Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf rencananya akan melaporkan kasus kampanye hitam tersebut. Namun Saat ini, pembuat dan pengunggah video kontroversial itu masih misterius. Adapun siang tadi, akun twitter @citrawida5 dan akun facebook Citra Wida sudah hilang.


Saksikan juga video 'Cerita Wiranto yang Patahkan Isu Jokowi Anti-Islam':

[Gambas:Video 20detik]

(tor/tor)