detikNews
Minggu 24 Februari 2019, 14:28 WIB

Peringatan HPSN, Menteri LHK Bicara Pentingnya Pengelolaan Sampah

Roland - detikNews
Peringatan HPSN, Menteri LHK Bicara Pentingnya Pengelolaan Sampah Menteri LHK Siti Nurbaya di Semarang (Foto: Roland-detikcom)
Semarang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bicara soal pentingnya pengelolaan sampah demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Dia menyatakan pengolahan sampah juga bisa membuat sampah jadi barang yang menghasilkan.

"Dengan kita mengelola sampah, maka kita membuat hidup menjadi bernilai. Bernilai dalam arti apa? Dalam arti kita membangun budaya tertib, disiplin, dan bersih dengan mengelola sampah kita lalu juga bernilai produktif, dalam arti dari sampah bisa dijadikan sesuatu," kata Siti dalam sambutannya pada apel Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) bertema 'Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai' di TPA Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, (24/2/2019).

Siti juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh bank sampah yang di Indonesia. Dia juga mengaitkan peringatan HSPN dengan revolusi mental yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Terima kasih kepada seluruh bank sampah di Indonesia. Bank sampah itu tidak ada di negara lain, adanya di Indonesia. Jadi tahun ini hari peduli sampah nasional kita dikaitkan dengan Instruksi Bapak Presiden No 12 tahun 2016 berkaitan dengan Revolusi Mental," ucap Siti.

Siti pun membeberkan TPA bermasalah di Indonesia masih banyak. Sementara, pengelolaan sampah harusnya menitik beratkan pada pengurangan jumlah sampah.

"Karena TPA yang masih bermasalah di Indonesia itu masih ada 55%. Jadi ini yang termasuk sedang kita rapikan dan sedang kita perbaiki," jelas Siti.

"Kalau pengelolaannya, sampahnya sudah kira-kira 72%. Tapi sebetulnya sangat penting kalo kita bisa kurangi. Apalagi bicara sampah plastik," sambungnya.



Siti juga berharap teknologi pengelolaan sampah yang ada di TPA Jatibarang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Teknologi ini juga diharapkkannya menciptakan lapangan pekerjaan ramah lingkungan.

"Saya kira, dalam kaitan dengan TPA ini, sudah ada bantuan dari Denmark untuk membangun listrik tenaga sampah dengan teknologi landfill gas di TPA Jatibarang. Diharapkan nanti menghasilkan listrik 800 kilowatt, menurunkan emisi gas rumah kaca kira-kira 6000 ton dan yang pasti nanti mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah, serta menciptkan lapangan kerja hijau," tutur Siti.

Dalam apel ini, turut hadir Walikota Semarang Hendrar Prihadi beserta jajaran, para pelajar, anggota Pramuka, pengelola TPA. Serta dimeriahkan oleh tari dan musik tradional.


Simak Juga 'Ada Aksi Teatrikal Rayakan Hari Peduli Sampah':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed