DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 20:21 WIB

HNW Sebut Indonesia Dipercaya Bangsa Lain untuk Kelola Pendidikan

Nabilla Putri - detikNews
HNW Sebut Indonesia Dipercaya Bangsa Lain untuk Kelola Pendidikan Foto: MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut Indonesia dipercaya oleh banyak bangsa di dunia dalam mengelola pendidikan. Sebab Indonesia melakukan proses secara terus menerus dalam menciptakan ketertiban dunia.

Hal ini juga dibuktikan dengan kerja sama yang dilakukan Al Fityan dengan Kuwait sehingga menjadi bukti bahwa Indonesia melakukan politik bebas aktif hingga perannya diakui negara lain.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al Wafa. Jenjang pendidikan tersebut dikelola oleh Yayasan Al Fityan setelah mendirikan Al Fityan School di Tangerang, Medan, Aceh, Goa, Kubu Raya, dan Bogor

"Banyak kerja sama yang dijalin Indonesia dengan negara sahabat," tutur HNW dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).


Peresmian perguruan tinggi yang terpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/2) itu sangat istimewa karena dihadiri bukan hanya oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), tapi juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia. Beberapa diplomat dari negeri kaya minyak tersebut juga hadir karena ikut mendukung berdirinya STIS.

Menurut HNW, seperti tertuang dalam Pembukaan UUD NKRI Tahun 1945 bahwa bangsa Indonesia yang merdeka bertujuan untuk ikut menciptakan perdamaian dunia dan ikut terlibat dalam segala proses yang ada.

"Ingin menciptakan dunia yang maju, aman, berkeadilan, dan bebas aktif," sambungnya.

Bagi HNW, Indonesia adalah negara yang bebas melakukan kerja sama dengan negara mana saja. Kerja sama yang dijalin pun diharapkan mampu mencetak umat Islam yang toleran, maju, dan moderat. "Bukan yang radikal dan intoleran," tambahnya.

Kerja sama dengan Kuwait, lanjut HNW, sangat menguntungkan karena negara tersebut memiliki ekonomi yang mapan dan pendidikan yang maju sehingga lulusan STIS juga bisa diserap di sana.

"Saya optimis itu terhadap lulusan perguruan tinggi ini," tegas HNW.


Jurusan yang ada di STIS pun diakui mampu menghadirkan pemberdayaan sumber daya manusia dalam ilmu ekonomi yang kelak bisa memajukan Indonesia. Perguruan tinggi yang memiliki gedung megah dan kokoh itu tercatat memiliki Program Studi Islam dan Hukum Ekonomi Syariah. Rencananya, nanti akan dikembangkan jurusan lain dan program S2.

"Sesuai semangatnya mampu menghadirkan Islam yang rahmah," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga menyebut bahwa mendirikan lembaga pendidikan merupakan amal jariah di mana pahalanya tak putus-putus.

Menurutnya, di Indonesia terdapat banyak sekolah Islam dan semuanya memberi manfaat yang besar. Hadirnya STIS Al Wafa pun diharapkan mampu memperbanyak hadirnya ahli ekonomi sehingga mampu memperbaiki perekonomian bangsa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pendirian STIS," tegasnya.
(idr/idr)
mpr
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed