detikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 15:22 WIB

Luhut Cari Keterangan soal Warga Wakatobi Disandera Abu Sayyaf

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Luhut Cari Keterangan soal Warga Wakatobi Disandera Abu Sayyaf Foto: Wisma Putra/detikcom
Jakarta - Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, diculik kelompok teroris Abu Sayyaf. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tengah mencari keterangan terkait hal tersebut.

"Saya baru dengar kemarin. Lagi dicari keterangan lagi lebih banyak, apa motifnya, dan kemudian dari situ nanti kami akan cari apa langkah-langkah untuk mengatasinya," ujar Luhut di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019).

Luhut mengatakan belum mengetahui secara jelas detail kejadian tersebut, apakah benar terjadi di perairan Filipina selatan.


"Saya kurang jelas persis detailnya mengenai itu," ucapnya.

Hariadin dan Heri masih dalam penyanderaan. Mereka adalah warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp 10 miliar. Gubernur Sultra Ali Mazi mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut.


Ali mendapat kabar melalui video yang beredar di media sosial dengan durasi 30 detik. Kedua korban diduga telah disandera sejak Desember 2018.

Polri mengatakan upaya pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang diculik kelompok teroris Abu Sayyaf dilakukan dengan negosiasi. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjadi leading sector dalam upaya pembebasan ini.

"Sebenarnya ini yang bisa menjelaskan Humas Kemenlu. Dia sebagai leading sector. Dari Kemenlu, KBRI, bekerja sama dengan pemerintah Filipina melakukan negosiasi ke kelompok tersebut," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/2).

Dedi menjelaskan, dalam menangani penculikan WNI oleh kelompok radikal di luar negeri, Kemlu biasanya berkoordinasi lintas instansi, seperti TNI-Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia menambahkan pemerintah akan mengambil langkah humanis dan persuasif.

"Dari Kemenlu akan mengundang TNI, Polri, BIN dalam rangka mengedepankan langkah-langkah diplomasi secara humanis, persuasif, menyelamatkan WNI dari sekapan Abu Sayyaf," ujar Dedi.
(azr/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed