DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 22:03 WIB

Teriakan Hasto Cuma Nyanyian Nyamuk bagi Amien

Tim detikcom - detikNews
Teriakan Hasto Cuma Nyanyian Nyamuk bagi Amien Amien Rais (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung lahan eks Ketum PAN Amien Rais di Yogyakarta saat berbicara mengenai ratusan hektare lahan yang dikuasai capres Prabowo Subianto. Rupanya teriakan Hasto itu hanya dianggap Amien sebagai dengungan nyamuk.

Perihal lahan Prabowo itu awalnya disinggung capres Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019. Jika berbicara isu lahan, menurut Hasto, sosok seperti Prabowo dan Amien pasti mati kutu.

"Sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye tanah dikuasai elite pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi," ungkap Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu (20/2/2019).


Tentu saja serangan Hasto bikin elite-elite PAN membela Amien Rais. Wasekjen PAN Saleh Daulay meminta Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu untuk tidak asal bicara soal Amien Rais.

"Hasto jaga komentarnya agar kelihatan kalau dia memang politisi cerdas dan berbudi. Kelihatannya Hasto hanya ingin menarik keuntungan dengan melibatkan semua pihak secara membabi buta," kata Saleh Daulay.


Juru debat Badan Pemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Sandiaga itu juga menegaskan lahan milik Amien di Yogyakarta merupakan hasil dari membeli sendiri. Lahan itu pun disebut Saleh digunakan untuk kepentingan umum.

"Kenapa kok malah larinya ke Pak Amien Rais? Pak Amien itu hanya punya lahan untuk pertapakan sekolah. Dan sekolah itu adalah sarana dan fasilitas umum untuk rakyat. Berapalah luasnya tanah untuk sekolah," sebut anggota DPR itu.

Pernyataan Saleh pun mendapat tanggapan sinis dari Ketua Fraksi PDIP DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nuryadi. Ia menyebut sekolah milik Amien Rais di bawah naungan Yayasan Budi Mulia Dua tak bisa disebut diperuntukkan bagi rakyat karena biayanya mahal.

"Sekolah Budi Mulia yang dikelola yayasan terkait keluarga Amien Rais dikenal sebagai salah satu yang termahal dan tak bisa diakses semua kelompok masyarakat. Itu sekolah kaum berduit. Klaim sepihak bahwa tanah Pak Amien Rais yang luas dipakai untuk sekolah rakyat sama sekali tidak benar," ungkap Nuryadi.

"Contoh di Budi Mulia (baik TK, SD, SMP, SMA, dan SMK). Mungkin bagus. Tetapi apakah masyarakat mampu? Kalaupun mampu, jadinya terpaksa. Supaya bisa gaya, karena orang sekolah di sana menjadi kaya semua. Budi Mulia itu mahal banget," sambungnya.


Nuryadi menjelaskan, berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, biaya pendidikan yang harus dikeluarkan tiap siswa cukup mahal. Sebagai contoh, uang masuk awal di SD Budi Mulia Dua Pandeansari tahun 2018/2019 adalah Rp 12.430.000.

Selang beberapa hari, Amien menjawab Hasto. Saat ditemui wartawan seusai acara kuliah umum bersama Rocky Gerung di halaman AdiTV, Jalan Raya Tajem Km 3, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (22/2/2019), Amien enggan berkomentar banyak.


Amien, yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan PAN, hanya menilai serangan Hasto sebatas nyanyian nyamuk.

"Cuma apa... cuma apa... cuma nyanyian nyamuk," kata Amien.

Saat ditanya lebih lanjut maksud dari nyanyian nyamuk tersebut, Amien mengatakan, "Nggak berarti apa-apa."
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed