detikNews
Jumat 22 Februari 2019, 14:25 WIB

RSUD Komodo NTT Kewalahan Tangani Ratusan Pasien DBD

Tim detikcom - detikNews
RSUD Komodo NTT Kewalahan Tangani Ratusan Pasien DBD Foto: thinkstock
Kupang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Kabupaten Manggara Barat, NTT kekurangan tenaga medis menangani pasien demam berdarah dangue (DBD). Hampir seluruh medis di puskesmas-puskesmas dikerahkan untuk menangani kasus tersebut.

"Semua tenaga perawat, tenaga analis untuk pemeriksaan laboratorium, farmasi, dokter. Semua kami kerahkan ke RSUD Komodo untuk melayani pasien DBD," kata Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong, kepada Antara ketika dihubungi dari Kupang, Jumat, (22/2/2019).

Ia mengatakan, para tenaga medis dari Puskesmas-puskesmas di Kota Labuan Bajo dan sekitarnya yang aktivitas pelayanan pasiennya tidak padat telah dialihkan ke RSUD Komodo. Menurut dia, pasien DBD harus mendapat pelayanan cepat karena penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Agypti ini tidak ada obatnya.

"Walaupun pasiennya cukup banyak, setiap hari lebih dari 30 orang di RSUD Komodo tapi kami bisa tangani dengan dukungan jumlah tenaga medis yang lebih banyak," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah setempat menerapkan manajemen pelayanan satu pintu untuk penanganan DBD yang dipusatkan di RSUD Komodo milik pemerintah daerah.

Menurut dia, sistem pelayanan dilakukan untuk mengisolasi penyakit DBD agar tidak meluas karena banyak tamu yang keluar-masuk ke daerah setempat.

Ia mengatakan, di sekitar area RSUD Komodo telah dilakukan sterilisasi dengan pengasapan (fogging) untuk memastikan aman dari jentik nyamuk.

"Jadi hanya satu manajemen pelayanan untuk semua pasien yang positif DBD. Kalau penuh baru bisa dialihkan ke Puskesmas," katanya.

Ia menambahkan, selama Januari-22 Februari 2019, jumlah pasien kasus DBD di Manggarai Barat tercatat telah mencapai 452 orang dengan jumlah korban meninggal sebanyak 5 orang.

"Meskipun trend kasusnya semakin menurun tapi kami masih bersatus kejadian luar biasa (KLB) dan upaya-upaya penanganan terus kami lakukan secara intensif," katanya.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed