detikNews
Jumat 22 Februari 2019, 10:35 WIB

Bupati Raja Ampat Keberatan Dapat Ranking Kota Terkotor di Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Bupati Raja Ampat Keberatan Dapat Ranking Kota Terkotor di Indonesia Foto: Misbakhul Ulum/d'Traveler
Raja Ampat - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengkategorikan ibu kota Raja Ampat, Waisai, sebagai kota kecil terkotor di Indonesia. Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati memprotes status itu.

"Pemerintah daerah tidak puas atas penilaian tersebut karena indikator yang penilaian bukan merupakan tolok ukur yang menjadi rekomendasi Pemkab Raja Ampat untuk masuk dalam penilaian Adipura tersebut," kata Bupati Faris di Waisai, Papua Barat, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (22/2/2019).

Meskipun tidak sesuai dengan kenyataan, penilaian tersebut menjadi motivasi dan dorongan bagi pemerintah daerah lebih optimistis memerangi sampah di Waisai.

Menurut dia, Kabupaten Raja Ampat belum layak masuk penilaian Adipura karena masih dalam tahap pembangunan infrastruktur dasar pendukung.

Ia menjelaskan daerah yang diikutsertakan dalam penilaian Adipura adalah daerah yang infrastruktur pendukungnya memadai dan instansi pengelolaan sampah benar-benar mampu mengelola sampah dengan baik.

Instansi teknis yang menangani sampah di Kabupaten Raja Ampat baru terbentuk dua tahun lalu dan baru bergerak di lapangan selama satu tahun sehingga Raja Ampat belum layak diusulkan mendapat penilaian Adipura.

Karena itu, kata Bupati, penilaian Kementerian LHK bahwa Waisai adalah kota kecil terkotor di Indonesia perlu diklarifikasi karena tidak sesuai dengan kenyataan.

"Pengelolaan sampah di Waisai sudah berjalan baik dan tidak kotor seperti penilaian Adipura oleh Kementerian KLH," tambah dia.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com