DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 21:04 WIB

Jokowi-Prabowo Kian Tipis di Sumsel, TKD Siapkan Serangan Darat dan Udara

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jokowi-Prabowo Kian Tipis di Sumsel, TKD Siapkan Serangan Darat dan Udara Jokowi-Ma'ruf Amin (DW News)
Jakarta - Hasil survei LSI Denny JA menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin tertinggal 3,6 persen dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sumatera Selatan. Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin optimistis bisa mengatasi ketertinggalan.

"Melihat perolehan kita sekarang, optimis sekali kita bisa menguasai Sumsel untuk kemenangan Jokowi-Maruf," ujar Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf, Syahrial Oesman, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2/2019).


Syahrial mengatakan, pada Oktober 2018, selisih elektabilitas Jokowi dengan Prabowo cukup jauh. Berdasarkan data internal TKD, Jokowi tertinggal hingga 29%. Menurutnya, hasil survei LSI tersebut menunjukkan Jokowi terus menggerus suara Prabowo di Sumsel.

"Ketika serah-terima saya jadi ketua TKD Sumsel pada bulan oktober 2018 itu menurut data internal kami selisih antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo itu ada di angka 29% selisihnya. Terus di akhir Desember kita masih kalah dengan selisih 9%. Nah, sekarang kan menurut survei LSI selisihnya tinggal 3,6% persen lagi dengan margin of error 4,8%, kita bisa mengejar sekarang," katanya.

"Target kita menang di akhir Maret," imbuh Syahrial.


Syahrial yakin pada Maret nanti suara Jokowi-Ma'ruf akan makin meningkat. Apalagi saat ini mesin partai politik, relawan, hingga simpatisan telah bergerak secara optimal.

"Insyaallah di akhir Maret kita sudah unggul lah. Salah satu kenapa kita bisa mengejar ketertinggalan itu karena kita melakukan kampanye door to door kemarin di Kota Palembang dengan melibatkan 600 relawan yang langsung turun ke rumah-rumah warga. Mensosialisasikan program-program Jokowi dan membagi-bagian stiker juga. Setiap relawan itu targetnya mengetuk 25 rumah, dikali 600 berarti kan 15 ribu rumah, bayangkan? Nah itu gerakan door to door atau gerakan ketuk pintu di Kota Palembang itu gelombang pertama dan sudah kita lakukan beberapa minggu lalu," tutur Syahrial.

"Hari ini dan besok kita juga sudah menyiapkan 600 relawan lagi untuk kegiatan serupa, 600 relawan itu tadi sudah diberikan pelatihan atau bimtek (bimbingan teknis), rencananya ketuk pintu gelombang kedua itu akan dilaksanakan tanggal 23 Februari dengan target di rumah-rumah di Musibanyasin. Pokoknya sisa 2 bulan lagi menjelang pemilu nanti program door to door akan menjangkau semua kabupaten.kota di seluruh Sumsel," sambung dia.

Syahrial mengungkapkan, demi meraup suara, di awal Maret nanti pihaknya juga telah menyiapkan tim-tim informasi dan teknologi (IT) yang dipersiapkan untuk membantu mensosialisasi visi-misi Jokowi-Ma'ruf di media sosial. Hal itu juga sekaligus untuk menangkal fitnah-fitnah dan hoax yang ditujukan untuk menyerang sang capres.

"Mulai awal Maret nanti, tim TKD Sumsel ini sudah menyiapkan tim IT yang orang-orangnya kita datangkan dari kalangan profesional dari Jakarta dan Bandung untuk juga membantu serangan udara kita untuk menyosialisasikan program-program Jokowi juga untuk menangkan berita-berita hoax yang dialamatkan kepada Pak Jokowi. Belum lagi ada gerakan dari Ketua RT-RW dari Kota Palembang dan kabupaten kota lainnya untuk bekerja sama memenangkan Jokowi-Ma'ruf," beber Syahrial.


Sebelumnya, LSI Denny JA menggelar survei di Sumsel pada 8-12 Februari 2019. Metode pengumpulan datanya adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 440 orang. Wawancara dilakukan dengan tatap muka. Margin of error plus-minus 4,8 persen.

Hasil survei menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40,7 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 44,3 persen. Sementara itu, masih ada 15 persen responden yang belum menentukan pilihan.

Pada Pemilu 2014, Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, meraih 51,26 persen di Sumsel. Sedangkan Jokowi-JK meraih 48,74 persen.
(mae/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed