DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 20:24 WIB

Peserta Munajat 212 yang Hendak ke Monas Diperiksa Metal Detector

Guruh Nuary - detikNews
Peserta Munajat 212 yang Hendak ke Monas Diperiksa Metal Detector Munajat 212 (Foto: Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Pengamanan di lokasi kegiatan Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, diperketat. Setiap peserta yang hendak masuk ke lokasi kegiatan diperiksa metal detector.



Pantauan detikcom, pemeriksaan metal detector itu dilakukan di pintu masuk dekat Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (21/2/2019). Setidaknya ada lima metal detector yang dipakai petugas untuk memeriksa peserta Munajat 212.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh polisi, TNI dan dibantu dengan Laskar Pembela Islam (LPI). Setiap peserta yang hendak masuk diperiksa tas bawaannya.

Peserta Munajat 212 yang Hendak ke Monas Diperiksa Metal DetectorFoto: Guruh Nuary/detikcom




Peserta Munajat 212 terus berdatangan sejak sore tadi. Massa yang sudah hadir di lokasi langsung menunaikan salat berjemaah dan berzikir bersama.

Sebelumnya, kegiatan Munajat 212 ini pertama kali disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab dalam seruannya kepada umat Islam. Rizieq menyampaikan hal itu lewat video yang diunggah di YouTube kanal FRONT TV.



Rizieq mengatakan acara ini digelar Lembaga Dakwah FPI yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI dan majelis-majelis taklim se-Jabodetabek. Rizieq mengatakan acara Malam Munajat 212 digelar untuk meminta berkah kepada Allah SWT.

"Di kota suci Mekah Almukaromah, kita bersama-sama menyerukan kepada seluruh umat Islam, kepada seluruh muslimin-muslimah, kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama untuk mensukseskan acara Malam Munajat 212 yang insyaallah akan digelar pada hari Kamis, malam Jumat, yaitu pada tanggal 21 Februari 2019," kata Rizieq dalam video seperti dilihat, Sabtu (16/2).

Peserta Munajat 212 yang Hendak ke Monas Diperiksa Metal DetectorFoto: Guruh Nuary/detikcom


Sementara itu, Ketum GNPF-U, Yusuf Martak, mengatakan sejumlah tokoh politik yang mempunyai keterkaitan dengan gerakan perjuangan 212 juga akan diundang dalam kegiatan tersebut. Salah satu pihak yang diundang adalah capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno.

"Pertama, para habaib ada beberapa tokoh politik yang keterkaitan dengan hubungan perjuangan dengan kami, kedekatan orang saja yang memang saja, itu kan diberi, cuma diundang saja," ujar Yusuf saat dihubungi, Rabu (21/2).

Namun belakangan MUI DKI Jakarta menegaskan kegiatan doa bersama di Monas, Jakarta Pusat, tidak terkait dengan kelompok atau gerakan 212. Kegiatan tersebut bertajuk 'Senandung Selawat dan Zikir Nasional serta Doa untuk Keselamatan Bangsa' dan bukan bernama Munajat 212.

MUI juga menegaskan kegiatan selawat dan zikir di Monas, Jakarta Pusat, tidak terkait dengan urusan politik. MUI mengadakan kegiatan tersebut dengan tujuan merekatkan persatuan semua elemen bangsa Indonesia.
(knv/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed