Disandera Abu Sayyaf, Hariadin Sudah Tinggalkan Wakatobi Sejak 2012

Siti Herlina - detikNews
Rabu, 20 Feb 2019 18:08 WIB
Ilustrasi Penyanderaan (Andhika Akbaransyah/detikcom)
Kendari - Hariadin dan Heri alias Eri, warga Kabupaten Wakatobi, Sultra, saat ini disandera kelompok Abu Sayyaf dan masih menunggu bantuan dari pemerintah untuk segera dibebaskan. Hariadin diketahui sudah meninggalkan Wakatobi sejak 2012.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Golden Hart membenarkan adanya dua warga asal Wakatobi yang saat ini masih menjadi tawanan dari Abu Sayyaf. Setelah melakukan koordinasi dengan Polres Wakatobi, diketahui Hariadin telah meninggalkan Kecamatan Kaledupa, Wakatobi, sejak 2012.

Meski demikian, dia masih tercatat sebagai warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sultra.

"Berdasarkan informasi dari keluarga Hariadin yang ada di Kaledupa, Hariadin bersama keluarganya telah meninggalkan Keledupa sejak 2012 untuk bekerja di Malaysia," terang Harry kepada detikcom, Rabu (20/2/2019).


Berdasarkan informasi lain yang didapatkan dari keluarga, Hariadin dan Heri telah disandera sejak 6 Desember 2018, kemudian Hariadin yang menghubungi istrinya melalui telepon pada 8 Desember dan memberitahukan bahwa ia dan Eri sedang ditawan oleh Abu Sayyaf. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp 10 miliar untuk pembebasan kedua tawanan yang merupakan warga Wakatobi.

Keduanya ditahan di perairan Sandakan, Malaysia, oleh kelompok Abu Sayyaf. "Sudah dilaporkan kepada Maritim Malaysia. Namun, setelah dilakukan pencarian, yang didapatkan hanya kapal tanpa awak," paparnya. (asp/rvk)