DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 14:49 WIB

Insiden di Kepri, Kapal Tanker Mahogani Bantah Tak Miliki Sertifikat

Rivki - detikNews
Insiden di Kepri, Kapal Tanker Mahogani Bantah Tak Miliki Sertifikat Ilustrasi kapal (Edi Wahyono)
Jakarta - Patroli TNI AL menangkap Kapal MT Mahogani Banda (versi TNI MT Mahoni Banda-Red), karena diduga tak bersertifikat. PT Segara Laju Perkasa (SLP) selaku pemilik Kapal MT Mahogani, membantah hal tersebut karena kapal tanker-nya itu memiliki sertifikat.

Juru Bicara PT SLP, Leo Shendy menyebutkan bahwa MT memiliki seluruh sertifkasi administrasi, termasuk Sertifikat Asuransi Kerangka Kapal (Wreck removal) dan Sertifikat Pengoperasian Crane. Berikut penjelasan lengkap PT SLP dalam hak jawab dan klarifikasi yang diterima detikcom, Rabu (20/2/2019):


KM Mahogani Banda Bantah Tak Miliki Sertifikat Asuransi

PT Segara Laju Perkasa (SLP) selaku pemilik Kapal MT Mahogani Banda (bukan Mahoni Banda seperti diberitakan sebelumnya) membantah berita yang menyebutkan bahwa kapal tanker tersebut tidak memiliki Sertifikat Asuransi Kerangka Kapal (WRECK REMOVAL) dan Sertifikat Pengoperasian Crane. Tidak adanya dua sertifikat ini seolah menjadi alasan bagi KRI Silea-858 untuk menangkap kapal pengangkut BBM milik Pertamina tersebut.

Juru Bicara PT SLP, Leo Shendy menyebutkan bahwa MT memiliki seluruh sertifkasi administrasi, termasuk Sertifikat Asuransi Kerangka Kapal (WRECK REMOVAL) dan Sertifikat Pengoperasian Crane.

"Dua sertifikat ini bagian dasar dari persyaratan untuk menjadi mitra PT Pertamina. Bagaimana mungkin kami bisa bekerjasama selama ini kalau tidak melengkapi persyaratan itu, jadi kami tegaskan di sini bahwa kapal MT Mahogani Banda memiliki secara lengkap berbagai sertifikasi itu. Penegasan ini kami sampaikan sebagai klarifikasi dan hak jawab kami kepada teman-teman pers," kata Leo Shendy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Ditambahkan, saat KRI Silea-858 meminta dua sertifikasi tersebut sebenarnya sudah disampaikan oleh petugas MT Mahogani Banda yang dipimpin Capt Andhi Satria dalam bentuk data elektronik. Namun pihak KRI tetap minta MT Mahogani Banda untuk merapat ke Pangakalan AL Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Yang namanya Polis asuransi yang asli, ya itu kami amankan di Save Deposite Box di sebuah bank nasional. Ini untuk menjaga keamanan, karena itu yang dipegang petugas kapal atau kru darat hanya bentuk data elektronik atau fotokopi. Kalau Polis asli dibawa di kapal, maka kalau terjadi kecelakaan baik kebakaran atau kapal tenggelam, tentu Polis juga hilang. Nah, kalau begitu bagaimana kita melakukan klaim kepada pihak asuransi. Jadi clear ya soal sertifikat ini kenapa kru kapal tidak membawa dokumen aslinya," jelas Leo.

Dikatakan, penjelasan soal polis dan sertifikat itu juga disampaikan kepada Dispen TNI AL. "Saat kami bersilaturrahmi ke Dispen AL Silahturahmi ke Koarmabar 1 Gunung Sahari, kami diterima Bapak Letkol (L) Agung secara langsung," kata Leo.

Leo Shendy mengakui sebelumnya kru kapal MT Mahogani Banda sempat diamankan KRI Silea-858 untuk merapat ke pangkalan TNI AL di Batam.

"Ini untuk menunggu proses validasi dokumen yang dimiliki MT Mahogani Banda. Setelah kami menjelaskan kepada pihak Lanal Batam dan memperlihatkan langsung dokumen aslinya, maka kapal MT Mahogani Banda diizinkan melanjutkan pelayaran sebagaimana mestinya," pungkasnya.


(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed