DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 15:57 WIB

Moeldoko: Kami yang Minta Pak Jokowi Bawa Pulpen di Debat

Ray Jordan - detikNews
Moeldoko: Kami yang Minta Pak Jokowi Bawa Pulpen di Debat Foto: Kepala Staf Presiden, Moeldoko. (Azizah-detikcom)
Jakarta - Penampilan Joko Widodo (Jokowi) saat debat kedua Pilpres 2019 dipermasalahkan karena membawa pulpen yang dituding sebagai alat sontekan. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan alasan Jokowi membawa pulpen tersebut. KPU telah menegaskan tidak ada capres yang membawa alat komunikasi dalam debat.

Moeldoko mengaku sudah membahas pulpen yang jadi persoalan tersebut dengan Jokowi. Moeldoko juga sudah melihat langsung pulpen itu.

"Kemarin ditunjukkan ke saya, 'ini Pak Moel pulpennya kemarin yang jadi masalah'. Masalah apa? 'Itu lagi diributin katanya pulpennya'. 'Klek klek klek' (pencet-pencet pulpen) kaya begini," kata Moeldoko di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2/2019).


Moeldoko menuturkan membawa pulpen saat debat memang anjuran dari tim untuk Jokowi. "Kita yang arahkan. Bapak kalau tidak ada yang dipegang, itu macam-macam. Ada yang begini (benerin lengan baju-red). Nah, sehingga begitu kita kasih pulpen ini mengurangi pegangan yang lain-lain," katanya.

Dia mengatakan, Jokowi sudah terbiasa memegang sesuatu saat tampil di publik. Sehingga, jika tidak membawa suatu benda, maka akan membuat Jokowi memegang benda di dekat lainnya, misalnya membenarkan lengan bajunya.

"Kalau nggak bawa pulpen pasti (sambil pegang-pegang tangan). Dipegangin gitu. Sebenarnya itu, itu saran dari kita semuanya. Bapak harus bawa sesuatu. Waktu itu," katanya.

Bahkan, lanjut Moeldoko, Jokowi sempat bertanya untuk membawa kertas. Namun tim Jokowi menyarankan tidak membawa kertas untuk menghindari tudingan lainnya, seperti dinilai membawa sontekan.

"Perlu nggak bawa kertas? Jangan, nanti dikira 'ngepek' (nyontek-red) lagi. Eh, bawa pulpen dibilangin yang lain lagi. Aduh ini kasihan juga, berarti kecerdasan lagi kurang," katanya.


Moeldoko mengatakan membawa pulpen itu bukan hanya untuk menghilangkan grogi. Tim menyarankan membawa pulpen berdasarkan kebiasaan Jokowi.

"Ini bukan hanya (menghilangkan-red) grogi. Kebiasaan beliau kalau tidak membawa sesuatu itu pegang-pegang ini baju. Ini yang kita cermati akhirnya jangan seperti itu. Syaratnya harus ada yang dipegang. Ini saran dari beberapa kita menyarankan kepada beliau dan diikuti," imbuh Moeldoko.

Terkait dengan tudingan pulpen yang dibawa Jokowi itu sebagai alat penghubung ke earpiece untuk mendengarkan contekan, Moeldoko pun menyayangkan. Dia mengatakan tidak mungkin Jokowi dalam waktu singkat bisa bisa menjawab pertanyaan dengan fokus jika mendengarkan contekan.

"Ini soal kecerdasan lagi ini. Sekarang bagaimana mungkin saya dalam tempo yang singkat menjawab concern pertanyaan, concern dengan pertanyaan. Mana mungkin buat dengerin dulu? Nggak mungkin lah. Berpikir antara mengendalikan, antara pikiran, mulut, dan gerakan-gerakan yang lain tidak bisa didikte orang melalui telinga. Omong kosong," kata Moeldoko.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo dituduh menggunakan earpiece atau penyuara telinga dalam debat kedua Pilpres 2019 semalam. KPU menegaskan tidak ada penggunaan alat bantu dalam debat.

"Capres 01 dan 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu, jadi clear seperti itu," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Senin (18/2). Wahyu ditanya soal isu Jokowi memakai earpiece saat debat semalam.


Simak Juga 'Bantah Pakai Earpiece, Jokowi Tunjukkan Pulpen yang Dipakainya':

[Gambas:Video 20detik]



(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed