DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 13:48 WIB

Sekretaris PA 212 Sebut Polisi Tak Siap Periksa Slamet Ma'arif

Mochamad Zhacky - detikNews
Sekretaris PA 212 Sebut Polisi Tak Siap Periksa Slamet Maarif Sekretaris Umum (Sekum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Umum (Sekum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar menyebut Polda Jateng tak siap memeriksa pemimpinnya, Slamet Ma'arif. Menurut Bernard, ketidaksiapan polisi itu terlihat saat ia mendatangi Polda Jateng kemarin.

Saat di Mapolda Jateng, polisi, sebut Bernard, justru menanyakan soal pemeriksaan Ma'arif. Padahal, dalam surat panggilan pemeriksaan, tertera penyidik yang akan memeriksa Ma'arif.

"Tapi apa? Ternyata, ketika kami sampai di Polda, ternyata poldanya sendiri tidak siap. Kita mau taruh di mana pemeriksaannya, tempatnya di mana, mereka pun masih bingung. Bahkan ada salah seorang penyidik mengatakan, 'emang ada hari ini pemeriksaan?'" kata Bernard di Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

"Sampai begitu, 'emang ada hari ini pemeriksaan? Setahu saya nggak ada jadwalnya'. Padahal terang-terang dalam surat itu, tanggal 18 Februari pukul 10.00 WIB pagi menghadap penyidik bernama si fulan," ujar Bernard menambahkan sambil mengulas pernyataan penyidik Polda Jateng.


Bahkan, Bernard, yang datang bersama pengacara Ma'arif, mengaku sempat 'dilempar-lempar'. Polisi, kata Bernard, sampai harus mengorbankan pemeriksaan kasus lain supaya Bernard dan pengacara Ma'arif bisa dilayani.

"Hingga akhirnya kami terombang-ambing, sudah ke sana, bukan di situ. Akhirnya kami masuk ke ruang penyidik dan orang yang sedang di sidik itu, berapa orang, oleh penyidik diusir-usirin. Akhirnya kami disuruh duduk di tempat itu," jelasnya.


Bernard mempersoalkan ketidaksiapan polisi itu. Dia menilai ketidaksiapan polisi ini merupakan bukti adanya kriminalisasi ulama.

"Ini artinya apa? Ini adalah merupakan bagian daripada kriminalisasi ulama-ulama yang dilakukan rezim sekarang ini yang tidak suka dengan ulama," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ma'arif tak bisa menjalani pemeriksaan dengan alasan sakit. Ma'arif dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pelanggaran pemilu di Polda Jateng pada Senin (18/2) kemarin.


Saksikan juga video 'Adu Mulut Kapitra dan Yusuf Bahas Slamet Ma'arif':

[Gambas:Video 20detik]


(zak/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed