Diinapi Mac's Man, Kantor Golkar Mirip Barak Pengungsi

Diinapi Mac's Man, Kantor Golkar Mirip Barak Pengungsi

- detikNews
Sabtu, 17 Sep 2005 12:40 WIB
Jakarta - Suasana gedung DPP Partai Golkar di Jl Taman Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, bak barak pengungsi. Sekitar 800 orang tampak memenuhi kantor Jusuf Kalla, orang nomor satu di Golkar itu.800-an Orang itu bukan pengungsi. Mereka adalah para suporter PSM alias Mac's Man yang dilengkapi dengan ID Card khusus. Selama menonton Delapan Besar Liga Indonesia, pendukung PSM tersebar di beberapa tempat, di antaranya ya di kantor partai berlambang pohon beringin itu."Kami di sini sejak kemarin," kata Sari Ado, salah satu suporter yang ditemui detikcom, Sabtu (17/9/2005).Sari saat ini tengah bersantai melewatkan hari dengan duduk-duduk. Dia mengenakan kaos merah, seragam khas PSM. Sejumlah rekannya mencuci pakaian mereka, juga kaos merah. Banyak pula di antaranya yang sedang menyantap hidangan penjual kaki lima di depan kantor Golkar. Sebagian lainnya tengah asyik mendengarkan celoteh penjual obat kuat yang menggelar dagangannya di halaman kantor.Karena banyaknya orang, suasana kantor Golkar tidak sebersih biasanya. Mereka menempatkan barangnya sekenanya.Di kantor Golkar saat ini kebetulan tengah berlangsung pelatihan kader. Pesertanya cukup banyak. Ditambah suporter yang menginap, jelas suasana kantor bertingkat itu kian riuh.Sari Ado menjelaskan, selain di situ, sebagian rekannya menginap di Bekasi, Senen, Sunter, bahkan ada yang memilih mudik kembali ke Makassar. "Kami yang masih di Jakarta akan kembali lagi ke Senayan besok. Soalnya besok PSM main," kata pria berumur 25-an tahun ini.Sari Ado juga menyesalkan kericuhan antarsuporter yang terjadi Jumat kemarin. Dia mengharapkan hal itu tak terjadi lagi besok. "Sebenarnya, jika tidak ada pihak yang memancing suasana, tidak akan terjadi keributan seperti kemarin," ungkapnya."Kami orang baik-baik kok," sambung anggota Ikatan Suporter Makassar ini.Dia juga menyesalkan adanya foto yang dipasang di sebuah harian ibukota edisi hari ini, yang menyebutkan bahwa pendukung PSM tengah memalaki sebuah taksi yang melintas. "Kami sedang mencari bonek, tak benar kami memalak," tegas Sari Ado mengunci obrolan. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads