PKPI: Materi Debat Jokowi Jelas, Prabowo Tak Paham soal Unicorn

Indra Komara - detikNews
Senin, 18 Feb 2019 23:49 WIB
Foto: dok. diaz.hendropriyono/Instagram
Jakarta - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menilai Joko Widodo (Jokowi) unggul pada debat kedua. PKPI menganggap materi debat Jokowi lebih jelas, sementara capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dinilai tak paham soal unicorn.

"Mengenai substansi unicorn, capres Prabowo perlu belajar mengenai tren dunia yang semakin berubah ke arah digital, baik IoT, ekonomi digital, AI, maupun robotik. Ketidaktahuan Prabowo dalam isu unicorn, bahkan memiliki sikap sinis terhadap ekonomi digital, ini menunjukkan ketidaksanggupan Prabowo dalam menghadapi perubahan paradigma dunia. Jokowi mengerti bahwa telah dan terus akan terjadi perubahan paradigma industri secara revolusioner, dan terus melakukan mengambil energi inovatif dari industri digital dengan berbagai kebijakan dan visi-visinya," kata Ketua umum PKPI Diaz Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/2/2019).



Lebih lanjut Diaz juga menyoroti perdebatan Jokowi dengan Prabowo soal industri Revolusi Industri 4.0. Dia menilai apa yang disampaikan Prabowo tidak nyambung, sehingga dibelokkan ke impor pangan dan kesejahteraan petani.

"Terlihat bahwa Prabowo tidak mengerti mengenai Revolusi Industri 4.0. Jokowi memberikan peta jalan yang sangat jelas, bahkan menghubungkan teknologi dengan akses permodalan dan juga perluasan akses konsumen bagi para petani. Kompleksitas permasalahan Revolusi Industri 4.0 dijawab oleh Jokowi dengan lugas dan tegas," ujarnya.

Closing statement Prabowo juga dianggapnya seperti sedang bermimpi dan menunjukkan ketidaksiapan Prabowo terkait solusi yang hanya disampaikan di akhir acara. Diaz mengatakan, penguasaan lahan Tanah Prabowo yang disinggung Jokowi menunjukkan oligarki masih kuat di Tanah Air.

"Kok malah nawarin tanah? Mau jadi presiden apa makelar tanah? Penguasaan tanah secara masif yang dimiliki oleh Prabowo itu menunjukkan bahwa memang oligarki masih sangat kuat di Indonesia. Presiden Jokowi menawarkan solusi dengan melakukan reforma agraria secara komprehensif dengan melakukan perhutanan sosial dan pembagian sertifikat tanah secara adil kepada publik, bukan lagi kepada korporasi besar semata-mata," kata Diaz.



"Secara umum, Prabowo terlihat tidak siap dalam debat kali ini, dan cenderung gampang menyerah dengan tidak memanfaatkan waktu yang diberikan dan lebih banyak mendukung kebijakan pemerintah. Selain itu, banyak pemikirannya yang ternyata sudah dilakukan oleh pemerintah, seperti pembentukan BUMN bidang perikanan," lanjut dia. (idn/nvl)