detikNews
Senin 18 Februari 2019, 20:10 WIB

Try Sutrisno: 73 Tahun Merdeka tapi Masyarakat Pancasila Belum Terwujud

Ibnu Hariyanto - detikNews
Try Sutrisno: 73 Tahun Merdeka tapi Masyarakat Pancasila Belum Terwujud Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno mengatakan bangsa Indonesia belum mencapai tujuan meski telah 73 tahun merdeka. Tujuan yang dimaksud Try adalah bangsa Indonesia yang bermasyarakatkan Pancasila.

"Kita perlu evaluasi, introspeksi, dan koreksi diri. Kita sudah merdeka 73 tahun, tapi kenyataan masyarakat Pancasila belum terwujud," kata Try dalam dialog kebangsaan 'Mengokohkan Kebangsaan Menyongsong Indonesia Emas 2045' di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).



Ia mengatakan memiliki masyarakat Pancasila itu merupakan tujuan dari awal ketika pembentukan bangsa Indonesia. Menurutnya, bila ingin mencapai 'Indonesia Emas 2045', tujuan masyarakat Pancasila itu harus diwujudkan.

"Kurang dari 26 tahun lagi salah satu sasaran yang mutlak diwujudkan adalah masyarakat Pancasila. Semua masyarakat berkarakter bangsa, berjati diri Indonesia dan tahu melaksanakan nilai-nilai Indonesia. Kalau kita semakin mantap, kita akan tetap stabil, jaya, sejahtera, dan damai," ujar Try.

Ia mengatakan masyarakat Pancasila itu memilik ciri yang berbeda dengan yang lain. Masyarakat Pancasila lebih mementingkan kebersamaan untuk maju.

"Pancasila ini kebersamaan yang utama. Dalam sisa waktu ini, mari kita merenung akan kesepakatan kita bersama. Kita telah menyetujui khazanah yang indah untuk diwujudkan sebagai bangsa yang merdeka. Kalau kita bisa laksanakan janji-janji itu maka Indonesia akan jaya," tuturnya.



Try kemudian mengingatkan tantangan terhadap bangsa Indonesia ke depan juga semakin berat. Karena itu, Indonesia harus memiliki ketahanan nasional yang kokoh untuk menghadapi tantangan-tantangan itu.

"Salah satu menjawab tantangan itu. Kita ciptakan ketahanan nasional yang ulet untuk hadapi tantangan. Jadi tidak alasan Indonesia tubuh jadi bangsa walau kita berbeda-berbeda," kata Try.
(ibh/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com