Mahasiswa Malang Tolak Kenaikan BBM

Mahasiswa Malang Tolak Kenaikan BBM

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 17:36 WIB
Malang - Aksi menolak kenaikan BBM kembali terjadi di Kota Malang. Sekitar 100 mahasiswa di kota tersebut menilai kebijakan SBY-Kalla hanya akan menyengsarakan rakyat.Mahasiswa tersebut terdiri dari BEM Unmer, BEM UMM, BEM Uniga, BEM UB, IMM, LMND, SPM, Kobar, dan Forhap. Mereka berunjuk rasa di alun-alun Kota Malang, Jalan Merdeka Utara, Jumat (16/9/2005).Dengan menaikan harga BBM, SBY-Kalla dianggap sama sekali tidak berpihak pada rakyat kecil yang telah memilihnya pada Pemilu 2004 lalu. "Jika memang berpihak kepada rakyat, pemerintah tak akan menaikkan harga BBM," kata koordinator aksi, Tino.Menurut Tino, aksi ini kembali dilakukan karena SBY-Kalla telah menyalahi janjinya saat kampanye.. Mereka berjanji akan menjalankan pemerintahan yang bersih dengan memberantas korupsi, menyediakan lapangan kerja dan menaikkan pertumbuhan ekonomi, serta tidak akan menaikan harga BBM. Tetapi, janji tersebut tidak dibuktikan"Kenaikan harga BBM hanya akan menambah susah rakyat miskin. Pengangguran akan semakin merajalela. Janji pemerintah akan memberikan dana kompensasi tidak pernah dirasakan rakyat karena dimakan para pejabat," ungkap Tino.Karena itu, lanjut Tino, mahasiswa meminta agar SBY-Kalla turun dari kursi pemerintahan. "Kami tidak butuh reshuffle menteri kabinetnya," tegas Tino.Sebelum sampai di alun-laun, aksi mahasiswa diawali dengan long march dari Stadion Gajayana menuju Gedung DPRD Kota Malang.Di alun-alun Kota malang, para pengunjuk rasa sempat melakukan aksinya di tengah jalan. Namun aksi ini dibubarkan petugas kepolisian dari Polresta Malang, karena dianggap mengganggu masyarakat yang hendak melaksanakan sholat Jumat. (umi/)



Berita Terkait